PENDIDIKAN

Ratusan Siswa SMP dan MTs se-Sumedang Bersaing Ketat di KOSINUS 2026

×

Ratusan Siswa SMP dan MTs se-Sumedang Bersaing Ketat di KOSINUS 2026

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG, KAPOL.ID – Sebanyak 249 siswa dari 75 SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Sumedang unjuk kebolehan dalam Kompetisi Numerasi Siswa (KOSINUS) 2026 yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Sumedang di Kampus SMPN 5 Sumedang, Rabu (14/10/2026).

​Suasana kompetisi berlangsung semarak sejak pagi. Sebelum bertanding, para peserta yang didampingi guru pembimbing masing-masing terlebih dahulu mengikuti upacara pembukaan.

​Ketua MGMP Matematika Kabupaten Sumedang, Atep Tedi menyampaikan, KOSINUS 2026 dirancang dalam dua tahapan seleksi, yakni babak penyisihan dan babak final.

​”Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 75 sekolah, baik SMP maupun MTs negeri dan swasta di Kabupaten Sumedang, dengan jumlah peserta sebanyak 249 orang,” ujar Atep di lokasi acara.

​Dari babak penyisihan hari ini, kata Atep, panitia akan menyaring 50 peserta dengan nilai tertinggi untuk memperebutkan gelar juara di babak final.

​”Untuk babak final rencananya akan kita laksanakan pada Kamis, 12 November 2026 mendatang di Aula Tampomas PPS Sumedang,” terangnya.

​Atep menegaskan, ajang KOSINUS ini bukan sekadar menguji hafalan rumus, melainkan menjadi wadah untuk mengukur sejauh mana kemampuan numerasi siswa. Selain itu, kegiatan ini digagas untuk mengikis stigma negatif terhadap pelajaran matematika yang kerap dianggap menakutkan oleh siswa.

​”Harapannya, dengan adanya kegiatan ini anak-anak bisa tertantang dan lebih percaya diri untuk menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan matematika,” ungkapnya.

​Dorong Penguatan Kompetensi 4C
​Di tempat yang sama, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, H. Dadang Setiawan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya KOSINUS 2026. Menurutnya, ajang ini sangat relevan dalam membekali peserta didik menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

​Dadang menekankan pentingnya penguatan empat kompetensi utama (4C), yaitu critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

​”Kemampuan berpikir kritis harus terus diasah. Salah satunya dengan membiasakan siswa menggunakan pola pertanyaan 5W1H (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana) agar nalar dan daya analisis mereka makin terbiasa,” ujar Dadang.

​Ia menambahkan, numerasi sejatinya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari hal sederhana seperti memperhitungkan waktu tempuh dari rumah ke sekolah berdasarkan jarak dan moda transportasi.

​”Matematika bukan hanya sebatas rumus di atas kertas, tetapi bagaimana matematika yang dikuasai hari ini bisa diterapkan untuk menyelesaikan persoalan riil dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

​Melalui KOSINUS 2026, Disdik Sumedang berharap semangat dan minat siswa SMP/MTs terhadap ilmu numerasi terus meningkat, sehingga lahir generasi muda Sumedang yang kritis, kreatif, dan berprestasi. (AM)