KANAL

Meringankan Beban Warga dan Tekan Stunting, Pemkot Bandung Kembali Salurkan Bantuan ‘Pangersa’

×

Meringankan Beban Warga dan Tekan Stunting, Pemkot Bandung Kembali Salurkan Bantuan ‘Pangersa’

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, KAPOL.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan mempercepat penurunan angka stunting. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Pemkot mengucurkan bantuan pangan segar lewat program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa).

​Tahun ini, intervensi bantuan difokuskan pada 16 kelurahan di Kota Bandung, yang terbagi dalam delapan kelurahan kategori rentan pangan dan delapan kelurahan berisiko stunting.

​Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyebutkan bahwa program Pangersa hadir untuk memastikan warga yang berada di wilayah rentan tetap mendapatkan pasokan asupan pangan segar, sehat, dan bergizi secara cuma-cuma.

​“Yang kita berikan ada beras, ikan segar, daging ayam segar, dan telur. Mudah-mudahan ini bisa menjadi konsumsi yang sehat, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan sehat,” ujar Gin Gin saat meninjau penyaluran bantuan di Kelurahan Cigondewah Kaler, Rabu (14/10/2026).

​Penyaluran Pangersa tahun 2026 ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah dituntaskan pada awal Oktober lalu, sedangkan tahap kedua yang digelar pertengahan Oktober ini menjadi penutup rangkaian program untuk tahun anggaran berjalan.

​Program yang digulirkan sejak tahun 2023 tersebut kini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Untuk wilayah Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, tercatat ada 167 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat. Sementara di Kelurahan Cibuntu, bantuan menjangkau sekitar 129 KK.

​Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memboyong paket komplit bahan pangan berupa 5 kilogram beras, 1 kilogram daging ayam segar, 1 kilogram telur ayam, serta 1 kilogram ikan lele segar.

​Gin Gin membeberkan, penentuan penerima prioritas diarahkan kepada warga yang selama ini belum tersentuh bantuan sosial (bansos) jenis lain. Kendati demikian, ia tak menampik jika keterbatasan alokasi anggaran membuat kuota penerima masih terbatas, meski sejatinya jumlah warga berhak di lapangan cukup tinggi.

​“Mudah-mudahan tahun depan bisa ada penambahan jumlah penerima, termasuk dari sisi kuantitas bantuan. Saat ini baru dua kali penyaluran, mudah-mudahan ke depan bisa lebih dari dua kali,” harapnya.

​Senyum sumringah pun terpancar dari raut wajah para warga penerima. Dede Yani (40), warga Cigondewah Kaler, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya paket pangan bergizi tersebut di tengah kondisi ekonomi saat ini.

​“Alhamdulillah, sangat terbantu. Mudah-mudahan masih ada lagi dan programnya bisa berlanjut,” ungkap Dede

​Menurutnya, kombi bahan pangan seperti beras, ikan, telur, dan daging ayam tersebut sangat berarti untuk memenuhi lauk-pauk keluarganya hingga seminggu ke depan.

​Rasa syukur senada dilontarkan A Sunarya (50), warga Kelurahan Cibuntu. Ia berharap program yang menyentuh langsung kebutuhan dapur masyarakat kecil ini tidak terhenti dan jadwal penyalurannya bisa semakin sering.

​“Saya sangat gembira, dalam situasi seperti ini ada bantuan Pangersa. Mudah-mudahan bantuan seperti ini terus ada dan lebih sering membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (***)