KABAR POLISI

Luncurkan ‘JABAR AMAN’, Kapolda Irjen Pol Hengki Ajak Cipayung Plus hingga Media Jaga Stabilitas

×

Luncurkan ‘JABAR AMAN’, Kapolda Irjen Pol Hengki Ajak Cipayung Plus hingga Media Jaga Stabilitas

Sebarkan artikel ini
KAPOL.ID – Menakhodai wilayah hukum dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Pol. Hengki, secara resmi memaparkan arah kebijakan serta strategi pengamanan Provinsi Jawa Barat di hadapan lintas elemen masyarakat.

​Sederet tantangan krusial mulai dari potensi konflik sosial, peredaran narkoba, isu intoleransi, hingga maraknya hoaks menjadi fokus utama yang bakal dibidik oleh alumni Akpol 1995 tersebut.

​Dalam ajang silaturahmi bersama jajaran Cipayung Plus, serikat buruh, ormas, hingga para pimpinan media massa se-Jawa Barat di Mapolda Jabar, Kamis (22/10/2026), mantan Kapolda Banten ini menegaskan bahwa stabilitas Kamtibmas tak akan bisa terwujud jika hanya mengandalkan peran tunggal kepolisian.

​Guna menjawab kompleksitas dinamika di Tatar Sunda, Irjen Pol. Hengki pun meluncurkan prinsip kerja kelembagaan bertajuk “JABAR AMAN”—sebuah akronim dari Antisipatif, Modern, Akuntabel, dan Nurani.

​”Prinsip ini menuntut jajaran kepolisian untuk mampu mencegah gangguan keamanan sejak dini, memanfaatkan teknologi informasi, bertanggung jawab atas setiap tindakan hukum, serta mengedepankan pendekatan humanis dan berkeadilan,” ujar Irjen Pol. Hengki.

​Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini menekankan pentingnya keterbukaan dan transparansi publik. Pihaknya berjanji bakal membawa institusi Polda Jabar menjadi lembaga yang responsif dan tidak alergi terhadap koreksi dari masyarakat.

​”Kami ingin membangun Polda Jawa Barat yang tegas dalam penegakan hukum, humanis dalam pelayanan, dan sangat terbuka terhadap kritik serta masukan masyarakat,” tegasnya.

​Tak lupa, Kapolda juga menggarisbawahi peran vital insan pers sebagai benteng kontrol sosial. Ia mengajak seluruh awak media di Jawa Barat untuk terus menjaga independensi, akurasi, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik agar tidak memicu keresahan di tengah derasnya arus informasi.

​”Peran media sangat penting untuk menjaga suasana tetap kondusif. Edukasi publik lewat pemberitaan yang akurat dan berimbang sangat kita harapkan,” pungkasnya.***