KAPOL.ID – Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana di Hotel Grand Eastern, Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).
Langkah strategis ini difokuskan pada konsolidasi internal, penajaman program kerja, penguatan jejaring (networking), akselerasi UMKM naik kelas, hingga pemantapan persiapan program ikonik mudik gratis mendatang.
Ketua Umum PJT, KRT Dr. Drs. H. Leles Sudarmanto Dipuro, M.M., MBA., menegaskan raker ini harus mampu mendongkrak kompetensi seluruh anggota di wilayah Bandung Raya agar bisa naik kelas secara kolektif.
”Potensi naik kelas itu macam-macam. Komitmen saya meningkatkan kolaborasi di level yang selaras, mulai dari UMKM dasar hingga menengah, merangkul para profesional, akademisi, hingga jenderal dan tokoh potensial Jawa Tengah untuk menaikkan teras kita,” tegas Leles di sela-sela acara.
Leles menilai, kapasitas diri dan jejaring (teras) memegang peranan krusial hingga 80 persen dalam menentukan keberhasilan, sementara faktor akademis menyumbang 20 persen sisanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota terus memperkuat silaturahmi sebagai pembawa berkah dan solusi.
”Paguyuban Jawa Tengah selalu guyub rukun salawase,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, menjelaskan bahwa raker perdana digelar agar arah organisasi lebih terstruktur, terencana, dan terukur saat berkolaborasi dengan berbagai instansi.
Dalam raker tersebut, pengurus juga menggembleng evaluasi kinerja dan tata kelola internal. Beberapa poin krusial yang ditegaskan meliputi transparansi anggaran, kejelasan tupoksi kepengurusan, serta prioritas pada program utama yang realistis dan dapat dieksekusi secara nyata.
Farchan memaparkan sejumlah capaian kolaborasi konkret yang telah berjalan, di antaranya kemitraan dengan Bank BJB yang telah merangkul sekitar 655 nasabah dari anggota PJT. Selain itu, ada fasilitasi pemulangan jenazah warga Jateng di Bandung hasil sinergi dengan Pemprov Jateng, Badan Penghubung, Biro Kesra, Dinas Sosial, hingga Basarnas.
”Untuk UMKM pemula, kami juga mendorong akses permodalan. Salah satunya bantuan dari Basarnas Kota Cimahi bagi 25 pelaku usaha dalam bentuk pinjaman ringan tanpa bunga,” papar Farchan.
Menyinggung program unggulan tahunan mudik gratis, Farhan menyebutkan antusiasme warga perantau terus melonjak tajam. Jika pada 2026 pihaknya memobilisasi 23 bus dengan 1.150 peserta, angka pendaftaran untuk tahun depan diproyeksikan meroket.
Berdasarkan data survei sementara hingga Oktober 2026, pendaftar telah menembus 1.500 orang atau setara kebutuhan 30 bus.
”Belum lagi nanti masuk November dan Desember, insyaallah pasti bertambah. Harapan saya, kita bisa menyiapkan hingga 50 bus tahun depan,” ungkap Farchan optimistis.
Untuk merealisasikannya, PJT Bandung Raya menggandeng dukungan pengusaha perantauan asal Jawa Tengah agar menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka.
Dukungan nyata langsung mengalir dari CEO Martabak MM, Fery Dwi Maryanto, yang secara konkret menyumbangkan satu armada bus.
”Ini bentuk kepedulian kami sebagai warga Jawa Tengah di Kota Bandung. Perusahaan kami memberikan CSR satu bus mudik gratis untuk anggota PJT di Bandung Raya,” tutur Fery.
Fery turut mengajak para pelaku usaha lain di Bandung Raya untuk tergerak mengulurkan tangan bagi para pekerja kasar, buruh, maupun karyawan yang membutuhkan fasilitas transportasi mudik tersebut.
Melalui raker ini, PJT Bandung Raya optimistis seluruh agenda prioritas termasuk pemberdayaan UMKM via rencana Festival Bakso Jawa Tengah serta optimalisasi armada mudik gratis dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi warga perantauan di Jawa Barat. ***







