KAPOL.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kecamatan Coblong, Minggu (1/11/2026) dini hari. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kerusakan akibat luapan sungai dan longsor sekaligus memastikan kebutuhan penanganan di lapangan.
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 04.00 hingga 06.30 WIB tersebut, Farhan mengunjungi lokasi kirmir jebol akibat luapan Sungai Cikalintu di Jalan Siliwangi Dalam IV, RT 09 RW 01 Kelurahan Cipaganti, serta lokasi longsor yang menutup akses jalan warga di Kelurahan Sekeloa.
Di Sungai Cikalintu, Farhan menjelaskan bahwa konstruksi kirmir sebelumnya telah diperkuat dengan tembok setebal 25 sentimeter. Namun, derasnya aliran air akibat banjir bandang dari kawasan Lembang menyebabkan konstruksi tersebut tetap jebol.
”Kirmir sudah kita perkuat, ketebalannya 25 sentimeter. Tetapi karena volume banjir bandang dari Lembang begitu luar biasa, akhirnya jebol juga,” ujar Farhan.
Menurutnya, normalisasi sungai saat ini sudah tidak menjadi solusi utama. Oleh karena itu, Pemkot Bandung tengah mencari berbagai alternatif penanganan baru untuk meminimalkan dampak banjir bandang dari kawasan hulu.
Apalagi, kata dia, pekerjaan perbaikan sejatinya tengah berlangsung di bagian hilir sungai. Namun, kerusakan yang terjadi kali ini berada pada bagian tengah sehingga membutuhkan penanganan tersendiri.
”Normalisasi sungai sudah tidak memungkinkan. Maka kami sedang mencari berbagai macam ide baru untuk bisa meminimalkan dampak banjir bandang dari Lembang tersebut,” tegasnya.
Selain Sungai Cikalintu, Farhan juga meninjau lokasi longsor di Kelurahan Sekeloa. Peristiwa tersebut terjadi akibat tebing tanah milik warga runtuh dan menimpa rumah warga lainnya.
Meski material longsoran telah dibersihkan, kondisi tebing dinilai masih membutuhkan penanganan lebih lanjut karena berdampak pada akses jalan warga, khususnya menuju RT 04 dan RT 05.
Farhan pun berharap pemilik lahan dapat berkomunikasi aktif dengan masyarakat untuk menentukan langkah penanganan yang tepat, seperti pemangkasan tebing atau pembangunan kirmir baru.
”Apabila tidak segera dibenahi oleh pemilik tanah, longsornya akan berulang. Sehingga akses warga di Kelurahan Sekeloa, khususnya yang menuju RT 04 dan RT 05, menjadi terputus terus,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan perlu segera disepakati bersama agar tidak menimbulkan risiko bencana berulang dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Adapun peninjauan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sasapu Bandung #29 di wilayah Kecamatan Coblong, sebagai langkah Pemkot Bandung dalam mendorong kebersihan lingkungan sekaligus pemantauan kondisi wilayah secara langsung. (Jae)












