KAPOL.ID –
Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya merilis perkembangan data terbaru per Rabu (15/4/2020). Kenaikan lima kasus terkonfirmasi positif dalam satu hari membuat publik terhenyak.
“Kenaikan lima kasus ini merupakan penambahan dari klaster lembang dan kontak erat dengan pasien positif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat ketika dihubungi KAPOL.ID.
Ia mengatakan, tim terus memantau orang kontak erat dengan pasien positif. Dari total kasus kumulatif 17 orang, sebanyak 2.000 orang di-tracing yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Alhamdulillah masih bisa tertangani. Ini membutuhkan waktu dan pendekatan yang berbeda-beda. Data positif, PDP, ODP dan OTG riil, tidak ada yang disembunyikan.”
“Itu sudah menjadi kesepakatan dalam tim gugus tugas, demi kebaikan masyarakat. Makanya kita di Priangan Timur tertinggi,” katanya.
Uus menuturkan, masih ada pasien positif juga yang tidak jujur saat diperiksa oleh tim medis. Termasuk riwayat perjalanan dari kota zona merah.
“Contoh yang satu bayi tertular dari orang tuanya. Sebelumnya bilang tidak dibawa ke kota zona merah, kemarin saat diperdalam mengaku,” paparnya.
Kenaikan kasus ini, kata dia, bukanlah hal yang baru. Sebab masih banyak orang dari zona merah melenggang begitu saja meski sudah ditetapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).
“PSBB sudah berjalan di Jakarta pun masih bisa keluar masuk. Susah membendung kenaikan kasus di kita juga,” ujarnya.
Dari sebaran kasus yang masih ditangani, pihaknya juga sudah memetakan penemuan kasus positif dari berbagai klaster penyebaran. Meskipun masing-masing kecamatan memiliki karakteristik tersendiri.
“Tidak benar jika kecamatan a atau b sudah zona merah. Kalau kecamatan berisiko, kita sudah punya datanya,” kata Uus.
Sementara itu pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Tasikmalaya meninggal dunia di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Lelaki berusia 61 tahun tersebut meninggal meskipun hasil laboratorium swab belum keluar dan hasil rapid test negatif.
“Tadi malam sudah dimakamkan, kita bantu pemulasaran jenazah sesuai protokol covid-19 di sini. Alhamdulillah lancar,” ujar Wadir Umum RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Deni Diyana.***












