KAPOL.ID – Longsor dan banjir bandang terjadi di beberapa titik Kabupaten Tasikmalaya. Di antaranya, sekira pukul 05.00 WIB, Jumat (19/6/2020) sungai Cilangla meluap.
Tepatnya di betulan Kp. Cikeruh di RT 07 RW 01 Dusun Mekarjaya Desa Cikupa Kec. Karangnunggal. Menurut warga setempat, Ilham, hujan deras sehari semalam mengakibatkan sungai menjadi-jadi.
“Sehingga memutuskan jalan raya antara Kampung Cikeruh RT 07 RW 01 Dusun Mekarsari dengan Kp. Kalapaciung RT 12 RW 02 Dusun Kalapaciung dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” katanya seraya menambahkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Jembatan ambruk juga terjadi di Kampung Tenjolaya, Desa Sindangkasih Cikatomas. Jembatan Cisepet ambruk karena tidak bisa menahan luapan yang hebat.
Selain itu, banjir langganan di Kecamatan Sukaresik kembali terjadi dengan ketinggian antara 50 – 150 cm. Menurut warga setempat, Andri, tiga desa terkena dampak paling parah, Desa Tanjungsari, Sukaratu, dan Banjarsari.
Hujan deras di kawasan Kecamatan Ciawi, Pagerageung, dan Sukaresik, menurutnya terjadi selama berjam-jam sampai dini hari. Di kawasan itu sumber datangnya air ke wilayah desa dari dua sungai.
“Sungai Citanduy dari arah utara, Kecamatan Pagerageung dan Panumbangan (Ciamis). Satu lagi Cikidang dari arah barat dan selatan, wilayah Kecamatan Kadipaten, Ciawi, dan Sukaresik,” katanya.
Kedua sungai itu, bertemu di Ciupih. Air dari kedua sungai itu tersendat dan melambat. Sehingga meluap dan kembali ke wilaya tiga desa; yakni Tanjungsari, Sukaratu, dan Banjarsari.
Sedikitnya 50 rumah terendam di empat dusun Desa Tanjungsari; yakni Bojongsoban, Cicalung, Mekarsari, dan Hegarsari. Selain itu sekitar 40 Ha sawah yang ditanami padi baru sebulan terendam air.
Sedikitnya, 4 Ha sawah di Desa Sukaratu juga digenangi banjir. Sedangkan di Desa Banjarsari, 15 rumah dan 2 Ha sawah terendam. Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.












