OPINI

Inovasi Kamboko Ikan Nila

×

Inovasi Kamboko Ikan Nila

Sebarkan artikel ini

Oleh Mahezwara Putera Dewangga dan Prof. Dr. Ir. Junianto, MP
Universitas Padjadjaran

Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi stunting tertinggi. Menurut Pusat Penelitian-Badan Keahlian DPR RI, pada tahun 2019 prevalensi stunting Indonesia sebesar 27,67% atau dapat dinyatakan tergolong tinggi.

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) menyebutkan bahwa salah satu penyebab kurang gizi adalah kurangnya asupan gizi dari makanan.

Ikan merupakan bahan pangan yang bermutu tinggi, karena ikan banyak mengandung protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, salah satunya ikan nila.

Berdasarkan hasil penelitian daging ikan nila (100 g) memiliki kandungan protein sebesar 16,7 g, karbohidrat 0,32 g, kalsium 4.8 mg, fosfor 610 mg dan zat besi 2,8 mg. Ikan nila juga memiliki daging yang tebal, berwarna putih, berbau netral dan duri yang mudah dipisahkan.

Selain itu, ikan nila sangat melimpah di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan produksi ikan nila tahun 2019 mencapai 1,47 juta ton atau 22,93 % dari total produksi ikan perikanan budidaya tahun 2019.

Namun demikian ikan merupakan bahan pangan yang memiliki aroma yang kurang sedap sehingga banyak konsumen yang kurang menyukai produk yang berasal dari ikan, oleh karena itu perlu dibuat inovasi produk dengan bahan ikan agar disukai oleh konsumen.

Industri di bidang pangan berkembang dengan pesat, hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya inovasi baru bermunculan. Inovasi dapat berupa pengembangan produk yang sudah ada ataupun produk baru.

Salah satu produk inovasi dengan bahan ikan adalah kamaboko. Kamaboko adalah makanan tradisional Jepang dengan tekstur yang kenyal serta memiliki warna dan bentuk yang beragam.

Berdasarkan hasil penelitian Sahlan 2018, kandungan protein kamaboko ikan nila sebesar 12,45% serta kamaboko dengan bahan ikan nila rasa dan kenampakan yang lebih disukai dibandingkan bahan ikan lain.

Dengan inovasi produk kamaboko ikan nila diharapkan produk tersebut akan digemari oleh konsumen, terutama anak-anak mengingat bentuk dan warna kamaboko yang beragam sehingga kebutuhan gizi anak-anak akan terpenuhi.***