KAPOL.ID – Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menuturkan bahwa saat ini kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Garut sudah mencapai angka 2,7 %, artinya sudah masuk ke level tinggi dan sudah tergolong ke tahap memprihatinkan.
Sementara itu lanjut Helmi, sampai saat ini kitapun belum bisa memprediksikan, apakah kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Garut pada khususnya, bisa berakhir pada tahun ini atau tidak.
Itulah lanjut Helmi yang masih menjadi pemikiran kita semua. Karena Pemerintah termasuk masyarakat ingin kasus ini segara berakhir di tahun ini, sehingga di tahun baru 2021 masyarakat Kabupaten Garut pada khususnya sudah bisa menjalani kehidupan normal, tanpa ada gangguan apa pun dalam beraktivitas, terutama pengaruh penularan virus Covid-19.
Itu alasannya kata Helmimi Pemerintah tak bosan-bosannya mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak atau menghindari kerumunan massa, serta selalu meningkatkan kebersihan setiap saat.
Karena upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan tambah Helmi, hingga saat ini masih menjadi cara paling ampuh dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Ia pun mengatakan, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Garut, hingga Selasa kemarin, angka kematian pasien Covid-19 secara akumulasi sudah mencapai 103 orang, dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 3.742 kasus.
“Masalah ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua karena sudah termasuk tinggi dan memprihatinkan. Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya secara maksimal guna menyembuhkan pasien yang positif Covid-19, tapi masalah ini pun harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak, terutama masyarakat Garut sendiri,” ujarnya.***












