SOSIAL

Bersama Punggawa Rumah Aktivis Institut, Hawa Inspira Meramu Gagasan Gerakan

×

Bersama Punggawa Rumah Aktivis Institut, Hawa Inspira Meramu Gagasan Gerakan

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Komunitas Hawa Inspira mengulas gagasan pergerakan keperempuanan serta isu utama pada berbagai persoalan global.

Bertempat di Joh Caffe kegiatan diskusi gagasan tersebut dihadiri lima orang pegiat pergerakan keperempuanan dari latar belakang komunitas/keorganisasian yang berbeda, dibersamai oleh dua Punggawa Rumah Aktifis Institute Kab. Tasikmalaya, Andri Nurkamal dan Fahmi Wahyudin sebagai partner gerakan diskusi berjalan mengalir dan hangat.

Sepanjang diskusi, kader-kader muda tersebut berbagi keresahan dan pengalamannya dalam mengembangkan dan menghidupkan berbagai jawaban atas keresahan yang terjadi di masyarakat.

Pasalnya, arah perubahan masyarakat secara luas tidak bisa dikatakan baik. Salah satu gejalanya, komponen penggerak di masyarakat mengalami kegagapan yang disebabkan kebingungan identitas.

“Sebagai masyarakat muslim, akar permasalahan utamanya dapat ditunjukan dengan sholat.” tutur Andri Nurkamal atau yang akrab disapa Tuan Andanu dalam mukaddimah diskusinya, Ahad .

Menurutnya, salat yang merupakan tiang agama itu terdiri dari dua aspek utama: bacaan (yang maknanya merujuk pada bahasa, retorika, dan dialektika teoritis) serta gerakan (yang maknanya merujuk pada aktivitas/gerakan nyata).

Tegaknya salat tidak bisa hanya dengan salah satu unsurnya saja. Sebagaimana tegaknya suatu peradaban juga tidak bisa hanya sekedar retorika saja ataupun gerakan sembrono saja. Maka simultansi dari keduanya sangat diperlukan.

Sementara Fahmi Wahyudin menyampaikan, sebuah peradaban tidak pernah lepas dari terbangunnya budaya literasi.

Refleksi juga menyinggung keringnya pergerakan peremuan yang mumpuni, sementara perempuan diantara target semua perusakan yang terjadi dari zaman ke zaman.

Diskusi tersebut meruncing pada bahasan soal ruang-ruang kontribusi agar perempuan aktif mengembangkan modal keilmuan sesuai dengan porsinya.

Puan Nurul Hikmah, salah satu partisipan Hawa Inspira menyebutkan bahwa dari masa ke masa perempuan yang mengambil peran dan memberikan pengaruh di ruang publik memang tidak pernah banyak, namun harus selalu ada yang mengambil bagiannya, bukan untuk menyaingi pergerakan laki-laki, namun justru untuk saling berjalan melengkapi dan saling membangunkan diantara perempuan.

Andri berharap, hadirnya Hawa Inspira tidak hanya ada dan dibentuk saja, namun mampu menawarkan gagasan-gagasan akan persoalan yang terjadi pada dunia perempuan pada zamannya. [Nurul Light]