KAPOL.ID –
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tasikmalaya mencatat kenaikan cukai tembakau sebesar 12,5% memberi tekanan terhadap angka inflasi.
Terutama membuat harga rokok kretek filter ikut merangkak naik per Januari 2021 ini.
Data yang dihimpun dari akun Instagram resmi Bank Indonesia Tasikmalaya, kenaikan harga rokok kretek filter menyumbang angka 2,41 % dengan andil 0,056.
Masuk dalam lima besar penyumbang inflasi bersama cabai rawit, tahu mentah, tarif rumah sakit dan tukang bukan mandor.
Secara umum Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,25% (mtm).
“Sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,26% (mtm).”
“Seiring perbaikan ekonomi masyarakat, awal tahun ini ada peningkatan konsumsi rumah tangga,” kata Kepala KPW BI Tasikmalaya, Darjana dalam pernyataan tertulisnya.
Di sisi lain, jelas dia, kelompok bahan makanan menunjukan penurunan harga didukung pasokan yang tercukupi.
Telur ayam ras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, dan tomat. Harga telur ayam ras terpantau sudah dua bulan mengalami deflasi.
Pantauan KAPOL.ID di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya, grosir telur ayam ras mematok harga telur Rp 19-20 ribu.
Harga yang relatif rendah setelah beberapa bulan sebelumnya sempat menyentuh di atas Rp 25 ribu.
“Kalau bantuan PKH turun, harga telur biasanya ikut naik. Kalau sekarang harga lagi jeblok,” ujar salah seorang pedagang grosir. ***












