KAPOL.ID–Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang fantastis. Dari ASN saja bisa mencapai 14 miliar per tahun.
Komisioner Baznas Bidang Perencanaan dan Keuangan Baznas Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Abdul Qoyyum membeberkan hal tersebut, beberapa hari lalu.
“Potensi dana ZIS dari ASN Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1,2 miliar per bulan. Kami baru dapat menghimpun sekitar 900 juta per bulan,” ujar Qoyyum.
Dari sekitar 2.800 orang ASN, terang Qoyyum, potensi paling besar berada di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kementerian Agama (Kemenag).
ZIS dari ASN di lingkungan Disdik sudah Baznas maksimalkan. Walaupun masih ada yang baru sebatas berinfak atau bersedekah. Belum sampai kategori pembayar zakat.
Meski demikian, Qoyyum mengakui bahwa itu bagian dari proses. Para ASN yang baru berinfak dan bersedekah perlu penyadaran lebih lanjut, agar sampai membayar zakat.
“Insya Allah nanti kita akan melakukan pembinaan bekerja sama dengan MUI dan Kemenag untuk menyadarkan para ASN bahwa zakat itu mempunyai efek yang luar biasa,” lanjut Qoyyum.
Membayar zakat itu penting, katanya. Bukan sebatas bagian dari pengukuhan dirinya sebagai seorang muslim, melainkan membantu duafa dari keterbatasan, sekaligus meringankan pemerintah mengentaskan kemiskinan.
Potenai ZIS jauh lebih besar di lingkaran para pengusaha. Dalam perhitungan kasar Baznas, dari pengusaha kontraktor saja potensinya bisa mencapai Rp 25 miliar per tahun, itupun di luar anggaran dari provinsi.
“Apalagi kalau terhimpun semuanya. Misalnya dari jejaring Alfamaret, SPBE, SPBU, klinik-klinit dokter yang tergabung dalam IDI, dan sebagainya; bisa sampai 100 miliar,” tambahnya.
Perlahan sudah ada juga pengusaha yang atas kesadaran dirinya menyetorkan dana zakat. Terbaru, sekitar akhir Januari 2021, Baznas menerima zakat dari seorang pengusaha sebesar Rp 200 juta.
“Itu luar biasa. Hebatnya lagi, yang bersangkutan tidak mau dipublikasikan. Padahal kami berniat menjadikannya duta zakat. Tapi tetap bergeming, katakan saja dari hamba Allah, katanya,” pungkas Qoyyum.












