KANAL

Ketersediaan Vaksin di Garut Masih Kurang

×

Ketersediaan Vaksin di Garut Masih Kurang

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Minimnya pasokan vaksin ke Kabupaten Garut kini malah jadi masalah besar yang harus dihadapi Pemerintah Kabupaten dalam memerangi masa pandemi. Bahkan tidak menutup kemungkinan, herd immunity yang ditargetkan bisa tercapai akhir tahun ini pun tidak akan terkejar kalau masih kurangnya pasokan vaksin.

sewaktu vaksin pertama akan mulai diluncurkan, banyak masyarakat yang tidak percaya akan manfaat vaksin.

Bahkan tidak sedikit lontaran atau cibiran negatif dihembuskan melalui media sosial, dari mulai kritikan pedas untuk presiden, gubernur hingga bupati, yang isinya menegaskan, masyarakat tidak mau divaksin karena takut berdampak negatif.

Untuk meyakinkan masyarakat Presiden RI. Joko Widodo pun akhirnya rela menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin bersama sejumlah para pejabat tinggi negara dan sejumlah artis ternama ibu kota. Kemudian diikuti oleh para gubernur di tingkat provinsi dan sejumlah bupati bersama unsur Forkopinda di tingkat kabupaten/kota.

Tidak sampai disitu, untuk lebih meyakinkan masyarakat akan manfaat vaksin dalam mencegah penularan virus Covid-19, sosialisasi pun gencar dilakukan, baik oleh pemerintah melalui dinas terkait maupun berbagai lembaga lainnya.

Bahkan akhirnya pemerintah membuat kebijakan agar surat keterangan vaksin dinyatakan berguna untuk berbagai kepentingan kelengkapan administrasi baik kepentingan bepergian ke luar kota, kepentingan anak-anak masuk sekolah dan kuliah, hingga jadi sarat bisa masuk ke sejumlah mal serta menaiki sejumlah alat transformasi umum.

Kegelisahan warga pun semakin dirasakan ketika pada setiap harinya hampir diseluruh daerah banyak masyarakat yang terpapar hingga sejumlah rumah sakit pun tak mampu menampung membludaknya pasien.

Untuk mengatasi penangan pasien pemerintah mulai pusat hingga daerah mencoba berupaya menggunakan sejumlah gedung hingga hotel sebagai tempat perawatan dan isolasi.

Tatapi tetap, meski pada setiap harinya korban jiwa pun berjatuhan, sejumlah rumah sakit dan gedung serta hotel tidak mampu menampung pasien.

Sehingga bagi pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat harus melakukan Isoman (Isolasi Mandiri) di rumahnya masing-masing.

Berawal dari situlah keinginan masyarakat untuk divaksin mulai tumbuh, sehingga dimana pun dan kapan pun ada pelaksanaan vaksinasi orang-orang ramai berduyun-duyun ikut antri.

Animo masyarakat yang begitu tinggi untuk mendapatkan vaksinasi nampak saat Pemerintah Provinsi Jawa barat melalui BPBD Jabar menggelar sentra vaksinasi selama tiga bulan di Pendopo Kabupaten Garut.

Sayang, program itu pun dirasakan belum maksimal untuk mengejar target herd immunity hingga akhir Desember 2021.

Karena masih banyak warga yang belum bisa mendapatkan pelayanan akibat ketidak seimbangan jumlah masyarakat yang ingin divaksin dengan keterbatasan pasokan vaksin yang dikirim pemerintah pusat.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan vaksin, Bupati Garut, Rudy Gunawan melalui video kenfrens pernah berdialog dan meminta Presiden RI Joko Widodo agar secepatnya melakukan penambahan vaksin ke Kabupaten Garut.

Alasan yang dikemukakan Rudy pun memang masuk akal, karena selama ini banyak tenaga vaksinator yang setiap harinya nganggur, sementara keinginan masyarakat untuk divaksin tidak semua terpenuhi akibat ketidakseimbangan jumlah tenaga vaksinator dengan jumlah vaksin yang tersedia.

Saat penutupan sentra vaksin Selasa (21/9/2021) di Pendopo, Asda Bidang Pemerintahan Provinsi Jabar, Dewi Sartika menjelaskan, agar bisa tercapai herd immunity di 31 Desember, Kecepatan Kabupaten Garut harus bisa mencapai 20.000/hari.

Sementara sampai saat ini katanya, kecepatan Kabupaten Garut baru bisa mencapai 9.400/hari.

Dewi pun menjelaskan, hingga kini Kabupaten Garut masih menyisakan sebanyak 1,55 juta, karena kecepatan Kabupaten Garut baru mencapai 9.400/hari, maka untuk mengejar hard immunity sapai 31 Desember Pemkab Garut harus bisa menggandakan dari 9.400/hari menjadi 20.000/hari.

Karena alasan itulah, Dewi mengingatkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Garut untuk bisa melakukan percepatan melalui upaya meningkatkan berbagai pasilitas dan mentargetkan seluruh Puskesmas bisa melakukan vaksinasi minimal sebanyak 650/hari, ditambah sejumlah rumah sakit dan berbagai lembaga lainnya agar per 31 Desember target Kabupaten Garut mengejar her immunity bisa tercapai.

Saat sentra vaksin kedua yang dilanjutkan Pemkab Garut melalui Dinas Kesehatan di tempat yang sama, Kadis Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid pun mengatakan, bahwa animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi masih cukup tinggi, baik vaksin ke 1 maupun vaksin ke 2.

Pihaknya menargetkan capaian vaksinasi 50 persen untuk vaksinasi tahap satu dalam dua minggu kedepan.

Target ini karena capaian vaksinasi saat ini masih sangat rendah, yakni sekitar 500 ribuan warga, sedangkan vaksinasi tahap dua masih di bawah 200 ribuan, dari jumlah 1,8 juta warga yang jadi target vaksinasi oleh Pemda Garut.

“Sekarang capaian vaksinasi baru mencapai 20 persenan untuk tahap satu. Kita targetkan dalam dua minggu kedepan bisa mencapai 50 persen untuk tahap satu,” ujar Maskut, Rabu (28/09).

Ia menerangkan, selain mengejar target vaksinasi kepada masyarakat umum dan remaja, pihaknya juga terus melakukan berbagai upaya dalam vaksinasi terhadap masyarakat lanjut usia (Lansia).

Target lansia ini terus dilakukan karena masyarakat ini rentan terpapar Covid-19.

“Sekarang capaian vaksinasi lansia baru 12 persenan. Kita juga targetkan dalam dua minggu ini vaksinasi lansia bisa 40 persen, capaian target vaksinasi ini harus dilakukan guna mempertahankan PPKM di level 2. Bahkan kalau bisa harus kembali turun hingga keadan normal,” harapnya.***