KAPOL.ID – Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirto Yuliono mengungkapkan ada lebih dari 390 titik yang rawan banjir dan longsor di Jabar.
“Masyarakat agar selalu waspada terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan yang tak jarang diwarnai kondisi ekstrim, apalagi ada lebih dari 390 titik yang berpotensi terjadi bencana di Jabar,” ujar Bambang usai acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) yang bertajuk “Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Menuju Jabar Juara”, di Kantor Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, Rabu 17 November 2021
Bambang menuturkan, titik-titik yang berpotensi longsor dan banjir tentu sangat mempengaruhi kemantapan jalan, untuk itu pihaknya telah menyiapkan tim unit reaksi cepat yang siap panggil guna melakukan penanganan.
“Kami menyiapkan tim reaksi cepat yang dapat dihubungi jika terjadi bencana, namun jumlahnya terbatas, diharapkan warga dapat membantu dalam menginformasikan jika ada titik-titik rawan lain di luar pengawasannya”, ucap Bambang.
Bambang juga mengemukakan ada sejumlah titik di jalur selatan Jabar yang secara kontur perbukitan, yang harus diwaspadai di musim ini, total jalan di Jabar mencapai 47 ribu kilometer (KM) yang terbagi dalam beberapa kelas.
Untuk jalan nasional, baik arteri maupun tol, sepanjang 1.800 KM, jalan provinsi sekitar 2.360 KM, dan sisanya sepanjang 46 ribu KM ada di kabupaten dan kota, lalu ada sekitar 4.000 jembatan.
“Kami juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk perawatan dan perbaikan jalan dan jembatan agar tetap dalam kondisi yang baik, meski pandemi, kita berupaya perawatan dan perbaikan termasuk jembatan bisa tetap dilakukan termasuk berkerjasama dengan pihak lain,” ujarnya. ***












