KAPOL. ID- Pandemi corona yang terjadi satu tahun ini dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pada perekonomian di Jawa Barat dan Tasikmalaya.
Untuk itu masyarakat tidak perlu ragu untuk mengikuti vaksinasi yang dilakukan pemerintah saat ini. Itu sebagai upaya dalam mengakhiri pandemi corona yang sudah kian meresahkan masyarakat.
“Mari kita semua dukung program vaksinasi covid-19. Masyarakat tidak perlu ragu karena ini langkah terbaik dalam memutus penyebaran Covid-19,” kata Anggota DPRD Jawa Barat Ali Rasyid.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra dihadapan puluhan masyarakat yang mengikuti Reses II tahun sidang 2020-2021 di Rumah makan Saung Hera Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Selasa (2/3/2021).
Pemerintah daerah kata dia, sudah banyak menyalurkan anggaran untuk membantu masyarakat pada masa pandemi saat ini yang nilainya lebih dari Rp 2 Triliunan lebih dengan berbagai program.
Namun itu semua belum mampu membangkitkan ekonomi secara utuh, karena pandemi masih terus terjadi. Dan yang harus terus diupayakan saat ini bagaimana pandemi bisa berakhir.
“Makanya kita semua jangan abai dengan protokol kesehatan. Itu sebagai bentuk ikhtiar kita semua agar bisa keluar dari pandemi corona yang sudah terjadi satu tahun ini, ” katanya.
Ali dalam kesempatan itu mengajak semua masyarakat untuk tidak melakukan penolakan terhadap program vaksinasi. Itu penting agar Jawa Barat khususnya Tasikmalaya bisa segera keluar dari zona merah corona.
“Di tempat lain tingkat kematian akibat corona ini sangat tinggi bahkan banyak lokasi pemakaman yang penuh. Makanya kita semua harus terus berupaya agar pandemi segera berakhir, ” katanya.
Di Indonesia kata dia tingkat penolakan terhadap vaksin corona sangat tinggi berada pada angka 40 persen. Untuk itu Ali Rasyid terus meyakinkan masyarakat jika program vaksinasi itu aman dan tidak berbahaya.
“Masyarakat tidak perlu risau dan khawatir karena vaksin ini aman. Masyarakat yang sakit atau kondisi pisiknya tidak fit tidak akan divaksin. Yang dipaksain itu orang yang benar-benar sehat. Jadi aman bagi kita semua, ” katanya. ***












