KAPOL.ID–Berawal dari sebuah ketidak sengajaan, karena sering mendapat kiriman jamu dari ibunya yang ada di Jember, Jawa Timur; seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Tasikmalaya terinspirasi untuk mencoba membuat ramuan jamu untuk dikembangkan.
“Awalnya kami buat konsumsi sendiri. Terus ada banyak rekan-rekan anggota dan warga yang pengen mencoba. Setelah merasakan khasiatnya, banyak yang ketagihan. Akhirnya banyak yang pesan,” kata Ahmad, sang pembuat jamu.
Karena pesanan semakin meningkat, pria berpangkat Aipda itupun berpikir untuk memproduksi dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Dirinya memproduksi jamu bersama istrinya, Lina Herlina.
“Langkah kami diawali dengan memberikan bibit jahe merah dan kunyit kepada warga yang ada di Desa Sukakarsa yang kebetulan desa binaan kami. Jahe yang sudah dipanen oleh warga juga kami beli. Kami lakukan untuk memotivasi masyarakat agar mau memanfaatkan lahan kosong atau lahan yang tidak produktif untuk ditanami kunyit ataupun jahe,” katanya.
Upaya Ahmad tersebut membuat banyak masyarakat tertarik, lalu mengikuti program penanaman jahe merah dan kunyit. Bahan baku jamu pun semakin banyak. Semangat Ahmad kian terpacu untuk meningkatkan produksinya.
Sekalipun sistem penjualannya hanya sebatas melalui media sosial, ramuan jamu bermerk Radja milik anggota Polsek Sukarame yang bertugas di bagian Binmas Desa Sukakarsa itupun cukup banyak di minati.
“Bahkan pada saat pandemi kemarin, permintaan justru cukup tinggi dari masyarakat dan rekan-rekan sesama anggota polisi; baik yang di Polres Tasikmalaya maupun rekan-rekan anggota yang ada di Bandung dan Garut. Mereka pada pesan,” lanjutnya.
Khasiat jamu Raja sendiri antara lain untuk menjaga kebugaran tubuh dan mengobati berbagai penyakit. Sekalipun pesanan meningkat, Ahmad mengaku belum berpikir untuk membuat pabrik jamu sendiri. Ia kawatirkan tugas pokok sebagai anggota polisi akan terganggu.
“Untuk saat ini belum terpikirkan (membuat pabrik jamu, Red.). Kami akan tetap fokus pada tugas utama, tapi entah kalau sudah menjelang pensiun nanti,” tandasnya.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengaku sangat mengapresiasi kreativitas anggotanya itu. Dirinya bahkan bangga dan berharap menjadi contoh bagi yang lain.
“Kami sangat bangga pada anggota yang memiliki kreativitas tinggi. Karena dari apa yang dilakukannya akan bisa menginspirasi, baik bagi sesama rekan anggota polisi maupun bagi masyarakat. Makanya, anggota-anggota yang seperti itulah yang sekiranya harus diberi penghargaan,” kata Kapolres.












