KAPOL.ID –
Meski telah terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun lalu, angka stunting di Kota Bandung relatif masih cukup tinggi mencapai 7.568 balita.
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna pada Pendampingan Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Jabar di Trans Luxury Hotel, Kamis (8/9/2022).
“Seperti halnya kabupaten dan kota lain di Jawa Barat, Kota Bandung pun sampai saat ini masih menghadapi persoalan stunting yang cukup krusial,” ujar Ema.
Menurutnya banyak hal yang telah diupayakan Pemkot Bandung. Tetapi masih membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Kegiatan yang diselenggarakan hari ini masih sangat dibutuhkan agar penanganan dapat dilakukan secara terstandar,” ucapnya.
Asisten Pemerintahan Kesra Jabar, Dewi Sartika mengatakan, kegiatan pendampingan terpadu ini menuju tagline Jabar, “Jabar Zero Stunting”.
Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021, Jabar telah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebanyak 10,8 persen.
Dari sebelumnya 35,3 persen di tahun 2013, dengan rata-rata penurunan sebanyak 1,2 persen per tahun.
“Jika merujuk pada target prevalensi 19,2 persen di tahun 2023 berdasarkan target RPJMD dan 14 persen di tahun 2024 berdasarkan target RPJMN,” jelasnya.
Dewi menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya dalam menyambut 2045 Indonesia Emas.
“Kita juga akan menjadi tonggak sejarah 100 tahun merdeka. Semoga kita bisa mempersiapkan dengan baik untuk menyambut hal ini,” ungkap Dewi.***












