KABAR POLISI

Arus Wisata di Jabar Meningkat, Polda Jabar Siagakan Tim Urai Hingga Pantauan Drone

×

Arus Wisata di Jabar Meningkat, Polda Jabar Siagakan Tim Urai Hingga Pantauan Drone

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Memasuki hari kedua Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mulai memetakan adanya pergerakan masif masyarakat. Tak hanya silaturahmi, mobilitas warga kini mulai bergeser memadati sejumlah destinasi wisata unggulan di wilayah Jawa Barat.

​Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, melalui skema Operasi Ketupat, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada lima kluster krusial. Mulai dari tempat ibadah, akses penyeberangan dan bandara, jalur tol, jalur arteri perkotaan (alperi), hingga kawasan wisata yang diprediksi bakal diserbu pengunjung.

​Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pada hari pertama Lebaran saja, volume kendaraan menuju objek wisata sudah merangkak naik hingga 30 persen.

​”Prediksinya hari kedua ini akan terus meningkat. Masyarakat yang sudah tiba di kampung halaman mulai bergerak untuk berwisata,” ujar Hendra, Minggu (22/3/2026).

​Sejumlah titik “langganan” macet seperti kawasan Puncak (Taman Safari), Lembang, Ciwidey, hingga pesisir Pantai Pangandaran kini menjadi atensi khusus korps bhayangkara.

​Guna menjamin kelancaran roda berputar, Dir Lantas Polda Jabar, Kombes Pol. Raydian Kokrosono, S.I.K., M.H., telah menerjunkan strategi berlapis. Selain penempatan personel di titik rawan (ploting statis), tim urai kemacetan pun disiagakan secara mobile.

​Menariknya, Polda Jabar mengoptimalkan penggunaan teknologi drone untuk memantau situasi secara real-time. Langkah ini diambil agar petugas di lapangan bisa mengidentifikasi sumbatan arus secara cepat dan akurat.

​”Kami juga menerapkan rekayasa delaying system atau penundaan arus sebelum memberlakukan one way. Cara ini cukup efektif, terutama di jalur Puncak, untuk mengatur volume kendaraan secara bergantian,” jelas Raydian.

​Hotline Mudik dan Kesiapan Arus Balik
​Tak hanya soal pengaturan jalan, aspek pelayanan informasi pun digeber. Polda Jabar telah mengintensifkan layanan Hotline Mudik yang hingga kini telah diakses oleh sekitar 11.000 pengguna. Lewat layanan ini, warga bisa memantau CCTV hingga mencari lokasi pos pelayanan terdekat.

​Tercatat, sebanyak 332 pos pengamanan telah berdiri tegak di sepanjang jalur Operasi Ketupat. Selain itu, Call Center 110 tetap disiagakan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat.

​Menjelang arus balik menuju Jakarta, pihak kepolisian mewanti-wanti para pemudik untuk melakukan persiapan matang. Mulai dari cek kesehatan fisik, hingga kondisi kendaraan seperti rem, lampu, dan tekanan ban.

​”Pastikan saldo tol cukup dan rencana rute perjalanan sudah disiapkan. Intinya, patuhi rambu-rambu dan arahan petugas kami di lapangan agar perjalanan pulang tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. ***