KAPOL.ID –
Dosen sekaligus pengamat sosial Kota Tasikmalaya, Asep M. Tamam bicara soal isu pencalonan pada Pemilu dan Pilkada tahun 2024.
Kepada KAPOL.ID, ia juga memberi jawaban atas rumor yang muncul atas pergerakan yang berlangsung selama tujuh bulan terakhir.
“Alhamdulillah kalau diobrolkan, ada yang menyimpulkan bahwa untuk persiapan (pencalonan). Sebenarnya saya bergerak dalam diam.”
“Saya percaya lebih kuat daripada bergerak tak karuan,” katanya dalam program Ngobrol Seputar Politik (Nguseup).
Ia mengatakan, selama tujuh bulan ini tengah menggarap 10 buku bertema Tasikmalaya. Sekaligus menegaskan, bukan kapasitas untuk meraih suara.
“Bukan untuk suara, tapi untuk karya. Mungkin karena waktu menjelang Pilkada Kota Tasik 2017 seperti yang akan mencalonkan, makanya di 2024 ini muncul juga rumor,” katanya.
Asep bercerita, kala itu pasangan Asep M. Tamam dengan Ilam Maolani (Alam) sempat hangat akan mengikuti kontestasi politik.
Terlebih mendapat respon positif dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga supir angkot.
“Ada kesan hereuy, padahal 50 persen serius. Gerakan sampai tiga bulan menghentak Tasikmalaya, gerakan pendidikan, pencerahan dan pelurusan politik,”
Ia menegaskan, pada pesta demokrasi tahun 2024 nanti akan duduk di penonton. Meski dalam politik ini tidak ada yang tidak mungkin.
“Saya tegaskan dengan lembut, 2024 ini jadi penonton atau pengamat jika dipercaya,” katanya.
Bagi dirinya, politik bagian dari berdakwah sebagaimana ruh dari pasangan Alam saat itu. Yakni politik rendah bekal dan modal, rendah kalori.
“Realitas pesta demokrasi di Kota Tasik butuh biaya yang tidak sedikit. Saya meyakini biayanya besar.”
“Bisa dibayangkan saat itu bubuk dan hancurnya, kalau berlanjut,” ujar Asep berseloroh.***











