BIROKRASI

Atap Kantor Satpol PP Kab. Tasik Ambruk: Beton Patah, Genting Hancur

×

Atap Kantor Satpol PP Kab. Tasik Ambruk: Beton Patah, Genting Hancur

Sebarkan artikel ini
Ratusan bahkan mungkin ribuan genting atap kantor Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya merosot dari penyangganya. Atap bangunan itu ambruk Senin (24/5/2021) malam. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Atap kantor UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ambruk, Senin (24/5/2021) malam. Yaitu saat hujan lebat mengguyur hampir semalaman.

“Kerusakannya pada bagian atap lantai dua. Tepatnya ruang Damkar,” ujar Erry Sunardi, S.Ip, Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya.

Tanda-tanda kerusakan atap bangunan yang terletak di kompleks perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya itu, lanjut Erry, sejatinya sudah terdeteksi sejak pertengahan Januari 2021.

Upaya perbaikan juga sudah dilakukan, dengan menggunakan anggaran rutin. Namun, Erry mengakui bahwa hasilnya kurang maksimal. Sehingga tidak terlalu lama bangunan itu rusak kembali.

“Karena anggarannya sangat terbatas. Harusnya bangunan itu total biayanya Rp 200 juta. Sementara anggaran yang tersedia di kita hanya Rp 28 juta, satu tahun. Makanya kurang maksimal kita upayakan antisipasinya,” lanjutnya.

Erry tidak tahu pasti apa penyebab kerusakan atap tersebut. Secara logika, katanya, beban atap kantor yang dibangun pada 2010 itu terlalu berat. Di mana penyangganya bermaterial baja riangan sementara gentingnya menggunakan genting tanah. Beton penyangga baja ringan patah, sekalipun tidak sampai putus. Besi tulang coran bengkok. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

Sejauh pemantauan kapol.id, ada empat bagian beton penyangga baja ringan yang patah, sekalipun tidak sampai putus. Dalam kata lain, besi yang menjadi tulang coran sampai bengkok. Ratusan genting pun merosot dan hancur berkeping-keping.

Untuk merenovasinya, Satpol PP sudah berkoordinasi dengan DPU-TRPP. Terutama soal anggaran. Bahkan tempo hari sempat mendapat peninjauan Wakil Bupati.

“Tadinya (anggarannya) mau dari BTT. Tapi secara teknis BTT itu harus ada Peraturan Bupati. Kita juga berembug dengan Bappeda. Rencanakan akan dianggarkan dalam anggaran perubahan,” Erry menandaskan.

Tidak ada korban atas kejadian tersebut. Karena sejak Februari 2021 semua pengguna ruangan di lantai dua itu sudah diintruksikan untuk pindah ke ruangan di lantai satu.