KABAR POLISI

Atasi Stunting, Polisi Ikut Turun Tangan

×

Atasi Stunting, Polisi Ikut Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Stunting
Bidan, Kader Posyandu, dan kaum ibu dengan anak stunting mendapat penyuluhan terkait mengatasi anak kurang asupan gizi.

KAPOL.ID – Kasus stunting atau anak kekurangan asupan gizi masih menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Atas persoalan tersebut, Polres Tasikmalaya turun tangan untuk terlibat dalam penanganannya.

Untuk itu, Polres Tasikmalaya menjalin sinergitas dengan beberapa dinas pada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Antara lain dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial PPKB-P3A.

Gelaran acara sinergitas yang juga melibatkan masyarakat itu berlangsung di Aula Islamic Center, Singaparna, Selasa (14/3/2023). Kegiatannya berupa penyuluhan kesehatan gizi anak dan pencegahan stunting dengan sasaran para bidan desa, kader posyandu dan kaum ibu yang memiliki anak.

Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Sohet mamastikan bahwa pihaknya akan mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Tak terkecuali dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan dan gizi anak.

“Seperti kegiatan pagi ini kami melakukan pembinaan dan penyuluhan terkait dengan permasalahan stunting atau kurangnya gizi terhadap anak-anak,” terang Sohet.

Kegiatan tersebut tidak hanya bersifat Luring, tetapi juga menggunakan sistem Daring. Kata Sohet, para Kanit Binmas dan Babinsa yang tidak bisa hadir masih bisa menyimak paparan pemateri secara online di tempatnya masing-masing.

“Kegiatan ini sangat penting, apalagi Pemkab Tasikmalaya mempunyai target bahwa beberapa tahun ke depan angka stunting atau kekurangan gizi pada anak ini memang harus turun pada level-level yang masuk dalam kategori toleransi,” Sohet menandaskan.

Di pihak lain, Kasat Binmas Polres Tasikmalaya, AKP Muhammad Safar menambahkan bahwa yang pihaknya libatkan pada acara tersebut adalah masyarakat untuk wilayah Kewedanaan Singaparna, sebagai perwakilan.

“Masyarakat yang hadir itu sekitar 300-an orang. Antara lain perwakilan RT, kader posyandu, dan orang tua atau ibu yang memiliki anak stunting,” ujar Safar.

Pelibatan kaum ibu dengan anak stunting sendiri, lanjut Safar, merupakan perintah langsung dari Kapolres Tasikmalaya. Karena kebetulan pada kesempatan yang sama juga ada bantuan berupa sembako untuk menunjang kesehatan anak stunting.

“Nanti akan koordinasi dan juga akan kami laksanakan secara kontinyu sampai angka stuntingnya zero. Untuk rencananya pemerintah itu sampai 2024. Nah, kami akan mendukung program tersebut. Selanjutnya, apabila tidak ada kegiatan yang bersamaan, kami akan laksanakan kegiatan yang sama dalam rentang waktu empat atau tiga bulan ke depan,” pungkas Safar.

Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv