KAPOL.ID–Belakangan banyak warga turun ke jalan. Dengan “bersenjatakan sair”, mereka mengharap sumbangan pengendara yang melintas. Aktivitas “nyair” di jalan tersebut atas dalih untuk memeriahkan agustusan.
Tidak sedikit pengguna jalan yang mengeluhkan para “penyair”. Pasalnya, terutama di jalan-jalan sempit, keberadaan para peminta sumbangan itu kerap menghambat laju kendaraan. Bahkan nyaris mengancam keselamatan.
“Kadang jadi susah lewat. Kan jalan jadi menyempit, karena yang minta sumbangan ada yang berdiri di tengah dan di pinggir jalan. Bahkan, yang rese mah suka kaya sengaja nutupin jalan,” ujar Nunu, selah seorang pengendara mobil.
Nunu lebih jauh mengaku bukan berarti dirinya pelit atau enggan membantu, tetapi ia menilai caranya kurang elok. Lagi pula, katanya lagi, Agustus kali ini masih dalam musim pandemi. Mana ada perayaan yang bersifat uforia.
Fenomena rutin yang muncul tiap menjelang tanggal 17 Agustus itu juga tidak luput dari perhatian Polres Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Cucu Juhana mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan.
“Nanti kita akan tertibkan. Kita berharap masyarakay tidak melihat Agustus-nya saja, tetapi lebih mengutamakan keselamatannya. Toh agustusan itu kan tidak mesti identik dengan ramai-ramai,” Cucu menandaskan kepada kapol.id.
—- Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment —-
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web: https://kapol.tv
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/












