KAPOL.ID—Malam Minggu (26/1/2020), belasan aktivis Transparency Institute (TI) berkemah di Hutan Pinus Nangreu, Gunung Galunggung. Nama acaranya “Kemah Literasi Media Antirasuah”, dengan tema “Seni Menuangkan Gagasan Antirasuah”.
Belasan aktivis TI itu terdiri atas peserta dan panitia. Peserta sebanyak tujuh orang, yang tiga di antaranya perempuan. Mereka masih pada muda, yang baru meraih gelar sarjana dan mahasiswa.
Panitia acara adalah senior aktivis TI, di bawah koordinasi Sekretaris TI, Tolib Murtolib. Sebab kebetulan, Ketua TI, Jamaludin, berhalangan hadir karena mesti menghadapi acara lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Secara teknis, acara Kemah Literasi Media Antirasuah terselenggara atas sinergitas antara TI dengan KAPOL.ID. Para jurnalis KAPOL.ID membekali para peserta dengan banyak hal seputar literasi. Terutama tentang bagaimana sebuah gagasan diendapkan dalam sebuah tulisan. Duddy RS dari KAPOL.ID tengah mementor aktivis Transparency Institute.
“Pada prinsipnya acara ini terselenggara untuk melatih cara berkomunikasi anak-anak TI dengan masyarakat, baik lisan maupun tulisan. Pelatihan public speaking begitu,” ujar Murtolib, di penghujung acara.
Atas kesediaan KAPOL.ID menjadi mitra penyelenggara acara Kemah Literasi Media Antirasuah, Murtolib mengaku sangat banyak terbantu. Paling tidak, semua menjadi lebih ringan.
“Terima kasih KAPOL sudah mendukung penuh kegiatan ini. Berkat bantuan mereka kita bisa melaksanakannya. Mudah-mudahan teman-teman TI mendapatkan manfaatnya. Tentu saja, ke depan akan ada rencana tindak lanjut yang diwujudkan,” lanjutnya.
Harapan Mutolib, pada akhirnya, setelah terselenggaranya Kemah Literasi Media Antirasuah ini; semua aktivis TI dapat memosisikan dirinya sebagai corong penyebar pesan perjuangan aktivis TI. Sebab dalam keyakinannya, setiap perjuangan yang dilakukan mestilah tersampaikan kepada seluas-luasnya khalayak.






