KAPOLID – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumedang untuk menjadikan pengajian rutin sebagai sarana pembenahan diri secara mendalam.
Hal itu ditegaskan Bupati saat memberikan arahan dalam giat Pengajian Rutin di Gedung Negara, Jumat malam (8/12/2026). Menurutnya, agenda mingguan ini jangan sampai terjebak pada rutinitas seremonial belaka.
Ia menekankan, pengajian rutin harus menjadi momentum untuk menata ulang hati, meluruskan niat, dan memperkuat kedekatan kepada Allah SWT. Diharapkan, kematangan spiritual tersebut berdampak langsung pada etika dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengajian ini bukan hanya soal hadir setiap malam Jumat. Tapi bagaimana iman kita meningkat, akhlak berubah lebih baik, dan semangat pengabdian di kantor semakin kuat,” ujar Dony di hadapan para jamaah.
Refleksi Shalat Sebagai Cermin Karakter
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengaitkan esensi ibadah dengan peristiwa Isra Mi’raj sebagai pengingat utama kewajiban shalat. Ia mengajak ASN melakukan refleksi atas kualitas shalat yang selama ini dijalankan.
Dony mewanti-wanti agar shalat tidak sekadar menjadi penggugur kewajiban. Kualitas kekhusyukan dan ketepatan waktu menjadi poin penting yang ia soroti.
“Jangan sampai shalat hanya sekadar formalitas. Kita perlu mengupayakan shalat yang khusyuk, karena dari shalat yang baik akan lahir perilaku yang baik pula,” tegasnya
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa kekhusyukan dalam ibadah akan linier dengan karakter ASN di lapangan. Integritas, kejujuran, hingga kedisiplinan dalam menjalankan amanah jabatan berawal dari kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta.
Al-Fatihah Sebagai Sumber Solusi
Bupati juga mengajak para pegawai untuk lebih menghayati setiap bacaan shalat, khususnya Surah Al-Fatihah. Menurutnya, Al-Fatihah adalah bentuk komunikasi langsung kepada Allah yang bisa menjadi pintu keluar dari berbagai persoalan pekerjaan maupun kehidupan.
“Saat kita membaca ‘ihdinas sirathal mustaqim’, hadirkan persoalan yang sedang dihadapi. Mohon kepada Allah agar diberi jalan keluar, dimudahkan solusinya, dan dilapangkan hati untuk menerimanya,” ungkapnya dengan nada penuh ajakan.
Menutup arahannya, orang nomor satu di Sumedang ini berharap pengajian rutin tersebut mampu melahirkan aparatur yang paripurna. Tak hanya profesional secara administratif, tetapi juga memiliki kematangan spiritual yang kuat.
Dengan demikian, pelayanan publik di Kabupaten Sumedang diharapkan dapat berjalan dengan penuh integritas dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat.






