KANAL

Bukan Tindakan Sepihak, Mahyudin: Pemotongan Kabel Fiber Optik Sudah Sesuai Perwal!

×

Bukan Tindakan Sepihak, Mahyudin: Pemotongan Kabel Fiber Optik Sudah Sesuai Perwal!

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID. – Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan aksi nyata dengan “menyikat” kabel fiber optik yang masih bergelantungan di sepanjang Simpang Jalan Aceh hingga Jalan Merdeka, Kamis (8/1/2026).

​Langkah tegas ini merupakan bagian dari program migrasi jaringan ke sistem bawah tanah atau ducting system melalui Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT). Kabel-kabel yang dinilai semrawut dan sudah memenuhi syarat, langsung diturunkan untuk dipindahkan ke bawah tanah.

​Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Mahyudin menegaskan, aksi pemotongan kabel ini bukan tindakan sepihak. Pihaknya bergerak sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ada.

​”Proses pemotongan ini sudah sesuai aturan. Program ducting ini adalah upaya jangka panjang dan kita terus koordinasi intensif dengan para operator,” ujar Mahyudin

​Mahyudin menjelaskan, dasar utama pengendalian kabel udara ini mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 43 Tahun 2023. Dalam aturan tersebut, pemerintah sebenarnya sudah memberikan kelonggaran waktu bagi para pengusaha telekomunikasi.

​“Limitasi waktu tiga bulan sudah kita berikan kepada pihak operator terkait untuk migrasi mandiri. Jadi, pengguntingan kabel hari ini sudah sesuai amanat Perwal,” tegasnya.

​Ia juga menjamin masyarakat tidak perlu khawatir soal koneksi internet. Kabel-kabel yang dipotong dipastikan sudah memiliki jalur aktif di bawah tanah. Sedangkan bagi operator yang masih dalam proses aktivasi, kabelnya diberi penanda khusus dan tidak dipotong.

​Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi manis antara Pemkot Bandung dengan PT Bandung Infra Investama (BII). Targetnya jelas: Bandung bersih dari “kabel jemuran” pada April 2027 mendatang.

​Perwakilan PT BII, Andri, membeberkan bahwa hingga saat ini sudah ada 36 ruas jalan yang siap untuk dilakukan pengendalian kabel udara karena jalur bawah tanahnya sudah tersedia.

​“Tahun 2026 ini kita targetkan masuk ke 65 ruas jalan. Nanti di 2027 ditambah lagi sekitar 30 ruas jalan. Intinya, kita ingin infrastruktur kota lebih rapi, aman, dan punya nilai estetika,” kata Andri.