KAPOL.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Acep Jamaludin, memberikan peringatan keras terkait persoalan sampah di Kota Cimahi.
Ia menegaskan, pola lama “angkut-buang” ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus segera ditinggalkan, mengingat kondisi TPPAS Regional Sarimukti yang kini sudah mengalami kelebihan kapasitas (overload).
Hal itu ditegaskan Acep saat melakukan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kota Cimahi, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, pembatasan kuota pembuangan ke Sarimukti menjadi alarm bagi daerah penyangga, terutama Cimahi, untuk segera berbenah.
“Selama ini pola yang dipakai masih konvensional, angkut ke TPA. Padahal Sarimukti sudah overload dan tidak lagi mampu menampung seluruh sampah dari daerah sekitar,” ujar Acep Jamaludin di Kota Cimahi.
Acep memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Saat ini, Kota Cimahi memproduksi sekitar 250 ton sampah setiap harinya. Namun, kuota pembuangan yang diberikan ke Sarimukti hanya tersedia untuk 119 ton per hari.
Artinya, ada selisih lebih dari 130 ton sampah per hari yang harus dikelola secara mandiri agar tidak menumpuk di pinggir jalan.
Meskipun Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan TPA Regional Legok Nangka, namun fasilitas modern tersebut baru diprediksi beroperasi pada tahun 2028 mendatang.
“Artinya ada masa transisi yang cukup panjang. Solusi tidak bisa hanya di hilir saja. Harus ada kolaborasi dari hulu sampai hilir. Masyarakat memilah, Pemkot siapkan TPS 3R, dan Provinsi menangani residu akhirnya,” tegasnya.
Politisi kawakan ini mendorong agar TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan bank sampah diperkuat sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ia berharap sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan diolah menjadi kompos, RDF, hingga produk bernilai ekonomi lainnya.
Acep juga mengapresiasi target Pemerintah Kota Cimahi yang ingin mengelola hingga 90 persen sampah di tingkat wilayah sebelum dibuang ke TPA, melalui program Integrated Sustainable Waste Management Program (ISWMP).
“Jika pengelolaan di tingkat wilayah ini konsisten, beban Sarimukti bisa ditekan. Inilah yang harus kita kawal bersama agar pengelolaan sampah di Cimahi benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya. (Jm)







