KAPOL.ID – Di tengah sibuknya pemerintah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Garut, dihadapkan masalah baru, yaitu liburan panjang cuti bersama.
Masalahnya sudah biasa, bila tiba liburan panjang, maka Kabupaten Garut yang menjadi salah satu kota tujuan wisata di Jawa Barat selalu banyak dikunjungi oleh sejumlah masyarakat dari kota lainnya.
Bukan saja masyarakat yang tinggal di Jawa Brat, melainkan banyak pula pengunjung dari sejumlah kota lainnya di luar Provinsi Jawa Barat.
Begitu pun sebaliknya. Penduduk Garut pun banyak yang berlibur ke kota-kota lainnya dari mulai berwisata hingga mudik untuk menemui orang tua atau sanak saudaranya.
Itu alasannya, tutur Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Pemda Garut kini harus kerja ekstra dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 dari mulai melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pihak-pihak lainnya.
Tidak hanya itu lanjut Helmi, Pemda Garut bersama-sama dengan jajaran TNI dan Polri selain harus lebih memperketat protokol kesehatan di lokasi-lokasi wisata juga akan melakukan pemeriksaan secara acak bagi sejumlah kendaraan yang masuk ke Kabupaten Garut, terutama sejumlah kendaraan dari kota-kota yang dinyatakan berbahaya.
“Peningkatan pemantauan atau protokol kesehatan ini perlu dilakukan, karana makin tingginya prekwensi orang keluar masuk baik dari Garut ke luar atau sebaliknya sangat berpotensi bagi penyebaran virus covid-19,” tutur Helmi. [Anang KN]











