KAPOL.ID –
Bencana kepung wilayah Kabupaten Tasikmalaya usai diguyur hujan deras sejak, Kamis (18/6/2020) hingga Jumat sore hari ini. Sedikitnya tujuh titik terpantau oleh BPBD setempat dengan eksalasi bervariasi.
Mulai dari longsor menutup sejumlah ruas jalan raya hingga menimbun rumah warga, hingga bencana banjir menghantui wilayah Sukaresik, Ciawi dan Karangnunggal.
“Ada sekitar 7 titik bencana yang baru terekap di BPBD Kab Tasikmalaya, dan ini termasuk dalam rekor kami,” ucap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin, saat dihubungi KAPOL.ID, Jumat (19/6/2020) sore.
Peristiwa itu terjadi serempak terbilang beragam. Pertama, selain banjir yang terjadi di Kecamatan Sukaresik, Ciawi dan sekitar Karangnunggal.
Longsor yang menimpa bahu jalan di Kampung Parakadongdong, Desa Sirna Jaya Kecamatan Sukaraja. Lalu di Kecamatan Cikatomas yang menimpa jalur jalan kabupaten yang menghubungkan Salopa, Cikatomas dan Pancatengah.
Serta jembatan Cisepet di Cikatomas yang dibangun 2012 yang menghubungkan Desa Cayur dengan Desa Sindang Asih, ambruk dan terputus.
“Selain itu longsor juga terjadi di dua daerah yakni di Cigalontang dan Cibalong yang merusak sejumlah rumah warga,” paparnya.
BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memperbaiki jembatan Cisepet agar bisa dilalui kendaraan.
Sedikitnya kini sebanyak 5.000 warga di dua desa yang terdampak lantaran jembatan Cisepet ambruk. Namun, warga bisa menggunakan jalan alternatif desa untuk ke pusat kota, namun jarak dan waktu cukup lama.
“Atas bantuan sejumlah pihak seperti TNI, Polri dan masyarakat, longsor di beberapa titik kini sudah tertangani,” bebernya
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati dengan adanya bencana.
Sebab diprediksi akan kembali turun hujan dengan intensitas sedang dan tinggi dalam dua hari ke depan.***












