Tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api menjadikan hari tersebut sebagai puncak sementara arus mudik di wilayah Daop 2 Bandung.
Pada hari tersebut, jumlah pengguna jasa KA yang diberangkatkan dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 20.614 pelanggan. Sementara itu, jumlah pengguna jasa KA yang tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung tercatat sebanyak 19.986 pelanggan. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kesiapan KAI dalam mengantisipasi lonjakan pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 2026. “Hari ke-8 Angkutan Lebaran 2026 menjadi puncak sementara arus mudik di wilayah Daop 2 Bandung. Kami melihat adanya peningkatan signifikan jumlah pelanggan baik yang berangkat maupun yang tiba. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang terus kami tingkatkan,” ujar Kuswardojo.
Kuswardojo menambahkan bahwa KAI Daop 2 Bandung telah melakukan berbagai upaya strategis untuk memastikan kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran. Berbagai persiapan dilakukan secara menyeluruh dan terukur guna menghadapi tingginya volume pelanggan.
Dalam aspek operasional, KAI Daop 2 Bandung secara rutin melakukan pemeriksaan kesiapan sarana dan prasarana guna memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman dan lancar. Pemeriksaan ini mencakup rangkaian kereta, jalur rel, serta fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, KAI Daop 2 Bandung juga menghadirkan petugas reguler serta menambah petugas ekstra untuk melayani pelanggan, baik di stasiun maupun di dalam perjalanan kereta. Penambahan petugas ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang optimal di tengah meningkatnya jumlah pelanggan.
Upaya menjaga keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api juga menjadi prioritas utama. KAI Daop 2 Bandung terus meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat dan terkendali.
Di sisi pelayanan, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kepada pelanggan agar tetap merasa aman, nyaman, dan berkesan selama menggunakan transportasi kereta api, khususnya di masa Angkutan Lebaran yang identik dengan adanya lonjakan penumpang.
KAI Daop 2 Bandung terus mengimbau kepada pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk datang lebih awal ke stasiun agar proses boarding dapat berjalan lancar. Hal ini penting untuk menghindari keterlambatan, terutama di stasiun-stasiun dengan volume penumpang tinggi.
Sementara itu, berdasarkan data penjualan tiket hingga Kamis (19/3), secara kumulatif tiket KA Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah terjual sebanyak 298.929 tiket. Jumlah tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 86,4% dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan.
Tingginya tingkat penjualan tiket ini menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama Lebaran terus meningkat. KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui kanal resmi yang tersedia.
“KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Dengan dukungan seluruh stakeholder dan kedisiplinan pelanggan, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan dengan lancar, selamat, dan berkesan bagi masyarakat.” pungkasnya. (Jm)











