BIROKRASI

Dedi Mulyadi Gaspol, Jalur Banjar -Pangandaran Bakal Dihidupkan Lagi

×

Dedi Mulyadi Gaspol, Jalur Banjar -Pangandaran Bakal Dihidupkan Lagi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat menghadiri halal bihalal di Primajasa Centre Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (5/4/2025).*

KAPOL.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap menghidupkan kembali denyut rel tua di jalur Banjar/Pangandaran. Proyek reaktivasi ini disebut menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan ekonomi kawasan selatan Jawa Barat, wilayah yang selama ini dikenal masih tertinggal dibanding utara.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, nilai proyek tersebut mencapai Rp8 triliun dan akan digarap bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Biayanya sekitar Rp8 triliun. Kita lihat nanti, apakah kabupaten dan kota di sepanjang jalur ini mau ikut berpartisipasi atau tidak. Tapi kami optimistis, tiga tahun ke depan bisa tuntas,” kata Dedi di Gedung Sate, Bandung, Jumat (7/11/2025).

Dedi menepis anggapan bahwa proyek ini akan membuka jalur baru. Ia menegaskan, reaktivasi dilakukan dengan memperkuat jalur eksisting – membenahi sinyal, bantalan rel, hingga memperbarui lokomotif.

“Ini bukan bangun baru, tapi reaktivasi. Sinyalnya diperkuat, bantaran dikokohkan, lokomotif diperbarui. Targetnya, kecepatan kereta bisa naik dari 100 jadi 160 kilometer per jam,” jelasnya.

Dengan peningkatan itu, waktu tempuh dari Banjar ke Pangandaran diyakini bakal jauh lebih singkat. Efisiensi transportasi meningkat, konektivitas dengan jalur darat lainnya pun ikut terdorong.

“Kalau dulu dua jam, nanti bisa jauh lebih cepat,” ujar Dedi.

Lebih jauh, Dedi menyebut reaktivasi ini tak hanya soal transportasi, tapi juga upaya membuka simpul ekonomi baru. Akses wisata Pangandaran akan terbuka lebar, investasi pun diharapkan mengalir ke wilayah Priangan Timur.

“Transportasi itu urat nadi ekonomi daerah. Kalau konektivitas membaik, pariwisata naik, investasi ikut bergerak,” imbuhnya.

Dedi menargetkan proyek ini mulai dikerjakan lewat perubahan anggaran tahun depan.

“Kita harapkan di perubahan anggaran sudah bisa mulai. Ini jadi prioritas strategis untuk wilayah selatan,” pungkasnya.***