KAPOL.ID –
Sebanyak puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Tasikmalaya melakukan unjukrasa di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (7/3/2022).
Mereka membentangkan spanduk dan berorasi serta sempat membakar ban di tengah jalan.
Kedatangan perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus ini untuk mengkritisi pelayanan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Namun aksi yang berlangsung hampir tiga jam tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari wakil rakyat.
Sejumlah massa sempat hendak menduduki ruang rapat paripurna, namun berhasil dicegah rekan dan aparat keamanan.
“Sudah hampir tiga jam kita menunggu kedatangan dari eksekutif maupun legislatif. Namun tidak ada yang hadir menerima.”
“Apakah bentuk ketidakbecusan melayani masyarakat. Yang katanya wakil rakyat kemana,” kata Heru Muhtar, korlap aksi.
Yang lebih lucu lagi, kata dia, DPRD mengkritisi di media terkait pelayanan RSUD. Padahal sebagai wakil rakyat di dalam penyelenggaraan pemerintah.
“Kita sudah bersurat lima hari, dan aksi beberapa minggu ke belakang. Tapi tidak hari ini tidak ada yang menerima,” katanya.
Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Muhaemin Abdul Basit mengatakan, akan datang dengan jumlah yang lebih banyak.
Bahkan kecewa terhadap DPRD yang lemah dalam berkoordinasi dengan pemerintah.
“Persoalan di RSUD yang menjadi korban malah masyarakat. Kita akan terus melakukan aksi sampai ada komitmen perbaikan pelayanan.”
“Direktur yang baru saatnya merekonstruksi ulang RSUD hingga pelayanan lebih baik ,” katanya. ***












