KAPOL. ID- Di tengah mahal dan langkanya pupuk, kelompok Tani Hitapera di Kampung Muhara, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya malah melahirkan inovasi baru.
Kelompok Tani itu memutar otak untuk bisa membuat pupuk organik yang ramah lingkungan dan terjangkau oleh masyarakat, namun berkualitas bagus. Dan hasilnya mereka menemukan pormula pupuk dengan memanfaatkan mikroorganisme yang diolah menjadi pupuk cair.
Pupuk tersebut saat ini sedang diujicoba di lahan sawah seluas 180 bata di kampung Muhara. Hasilnya luar biasa, padi tumbuh dengan subur dan menghasilkan bulir padi yang banyak dan tentu berisi atau “beuneur”
“Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan, pupuk yang kami buat menunjukkan hasil yang sangat bagus. Padi tumbuh subur dengan bulir padi lebih berisi,” kata Ketua Kelompok Tani Hitapera, Iing Solihin Senin (1/2/2021).
Untuk lahan seluas 180 bata, kata dia hanya dibutuhkan 6 liter pupuk cair saja. Dan jika dihargai Rp 35.000 perliter, maka untuk satu kali tanam dibutuhkan biaya pupuk sebesar Rp 210.000 saja.
Sedangkan jika menggunakan pupuk kimia harus mengeluarkan biaya sampai Rp 500.000. Artinya petani bisa memangkas biaya pupuk sampai Rp 290.000 dalam satu kali tanam.
“Biaya pupuk bisa lebih ringan dan lebihnya kualitas padi lebih berbobot dan tanah lebih subur karena tidak menggunakan pupuk kimia,” katanya.
Kelebihan dari pupuk cair hasil olahannya kata dia tanaman tidak diganggu oleh hama, karena di dalam pemupukan disiapkan pestisida alami yang juga ramah lingkungan. Keong, tikus dan kungkang yang sering menjadi masalah petani tidak berani mendekat.
Sementara untuk aplikasi pemupukan dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama saat padi berusia 10 hari disemprot dengan pupuk organik sebanyak 2 liter. Kemudian penyemrpotan dilakukan pada usia padi 30 hari. Dan terakhir padi usia 70 hari dengan dosis sama 2 liter.
“Baru tahap ujicoba sudah sangat memuaskan bagi kami. Karena padi yang disemprot pupuk cair beda jauh jika dibandingkan dengan padi yang menggunakan pupuk kimia,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Tanjungmekar, Ade Lukman AMd mengaku bangga ada kelompok Tani yang bisa melahirkan solusi bagi masyarakat. Apalagi produk yang dihasilkan sangat terjangkau dan ramah lingkungan.
“Ini sebuah inovasi yang bagus disaat situasi seperti sekarang ini. Semoga saja ini bisa menjadi solusi bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraannya, ” kata Ade.
Ade mengharapkan Desa Tanjungmekar kedepan bisa menjadi sentra organik baik padi dan juga palawija. Dan itu akang berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Kami mengharapkan pupuk organik hasil olahan kelompok Tani Hitapera bisa diproduksi secara massal dan bisa dimanfaatkan oleh para petani di Desa Tanjungmekar, ” ucapnya.
Ade juga mengharapkan ketika masyarakat petani di Desa Tanjungmekar menggunakan pupuk organik, maka ke depan Tanjungmekar bisa timbun menjadi Desa organik.
Setidaknya ada 135 hektar lahan pertanian yang jika pupuk organik digunakan oleh para petani maka lahan tersebut akan berubah menjadi lahan pertanian organik.
“Kelebihannya masyarakat akan semakin sehat dan produk pertanian akan meningkat karena dengan pupuk organik tanah semakin subur dan yang paling penting bebas pestisida kimia. Jadi tanaman lebih sehat dan berkualitas,” katanya. ***







