BIROKRASI

Diabetes Sasar Generasi Muda, Pemkab Bandung Barat Beri Perhatian Khusus

×

Diabetes Sasar Generasi Muda, Pemkab Bandung Barat Beri Perhatian Khusus

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID — Trend mengkonsumsi banyak makanan dan minuman manis memang menjamur dikalangan anak muda. Akibatnya, saat ini tidak sedikit kasus diabetes yang menyasar ana muda.

Menyikapi permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memberikan perhatian khusus terhadap kasus diabetes.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail saat peringatan hari diabetes nasional dan hari diabetes sedunia di area Pusdikkav, Padalarang.

“Kalau dulu orang tua, usai lanjut, tadi kata dokter bukan hanya orang tua, diabetes telah merambah ke usia muda dan remaja, kami sangat konsen agar warga Bandung Barat supaya sehat untuk kehidupan yang berkelanjutan dan terhindar dari diabetes,” mengungkapkan Asep.

Asep mengatakan, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan akan terus melakukan langkah-langkah preventif untuk menekan angka kasus diabetes di Bandung Barat.

Mulai dari edukasi dari petugas kesehatan hingga melibatkan komunitas-komunitas yang ada di Bandung Barat.

“Kita berkomitmen untuk mencegah diabetes melitus, menggalakkan edukasi melalui Dinkes, mendorong program preventif seperti senam sehat, pejuang gizi dan pemeriksaan kesehatan. Ada 3 pilar khusus dalam menangani diabetes, pertama kesadaran dini, edukasi ke seluruh masyarakat yang belum terkena diabetes, dukungan komunitas, hari diabetes nasional ini untuk bersatu bersemangat maju, dengan kebersamaan bandung barat sehat, bebas penyandang diabetes melitus dan komplikasi,” lanjut Asep.

Dr. Eva Noviani Lestari, dari RS Cahya Kawaluyan Kabupaten Bandung Barat tidak menampik jika tren kasus diabetes telah merambah ke usia muda dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun.

“Rentan paling rawan memang di atas 45 tahun, tapi saat ini diabetes sering terjadi pada usia yang masih muda, 20-30 tahun akibat pola hidup yang kurang baik,” kata Eva.

Meski tidak merinci secara detail, pasien dengan kasus diabetes masih cukup tinggi di Bandung Barat dengan angka mencapai belasan ribu.

Eva pun mengkonfirmasi jika, asupan makan tinggi gula, minim olah raga, dan kurang istirahat merupakan salah satu pemicu utama terjadinya kasua diabetes.

“Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula atau glokusa, istirahat kurang cukup, kurang makan serat buah, kurang olah raga itu penyebab paling umum diabetes,” tegasnya. ***