KAPOL.ID –
Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendikbud RI, Judi Wahyudi ingin pemerintah Tasikmalaya dapat bersinergi untuk mengakomodasi kesenian dan kebudayaan di tatar Priangan Timur.
Berkesempatan hadir di Sarasehan Budaya yang digelar di kawasan Karang Resik, Kota Tasikmalaya, ia memaparkan program yang digarap selama tahun 2020 untuk mengakomodir para pelaku kesenian.
“Kita baru menggelar literasi media sosisal untuk pelaku budaya, kerja sama dengan komisi 10.”
“Tujuannya kita menyadari media sosial adalah ruang untuk berkreasi dan pemahaman para pelaku budaya masih ada keterbatasan,” katanya, Minggu (13/12/2020).
Ia juga menambahkan jika Direktorat Dinas Kebudayaan telah membuat program yang bersifat afirmatif untuk kepentingan kebudayaan di Tasikmalaya.
Sejak bulan Maret lalu jajarannya kerap melakukan pertunjukan virtual seni budaya, mulai dari seni pertunjukan, puisi, hingga musik.
Adapun program lainnya untuk apresiasi pada pelaku budaya dan kesenian berupa bantuan sosial.
“Kita membuat kegiatan berbasiskan data, apresiasi kepada pelaku budaya, kegiatan bagi pelaku budaya yang melakukan registrasi, kemudian melengkapi data, dan kita distribusikan bantuan sebesar satu juta rupiah tanpa pajak sudah 27.000 paket.
“Masih ada alokasi sekitar 20.000, kita proaktif para pelaku budaya belum begitu akrab dengan aplikasi, akhirnya kita turun ke lapangan, kita dampingi,” katanya.
Sarasehan Budaya atas kolaborasi antara Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan Komunitas Sastra Beranda 57 itu diawali rapid test peserta oleh petugas yang berjaga.
Pada acara tersebut menampilkan seni tradisional Tasikmalaya dan seni temporer dalam satu panggung.
Mulai dari seni tari tradisional, puisi, karinding, calung, musik, hingga stand up comedy.***












