KAPOL.ID – Tim Garvitha Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatan lingkungan sekolah melalui kegiatan sosialisasi sanitasi yang dilaksanakan di sejumlah sekolah dasar di Yogyakarta. Program ini menggabungkan pendekatan edukatif, media digital, dan kolaborasi internasional untuk memperkuat literasi kebersihan di kalangan siswa usia dini.
Kegiatan ini berfokus pada permasalahan sanitasi sekolah yang masih menjadi tantangan nasional. Banyak siswa masih enggan menggunakan toilet sekolah karena kondisi yang dianggap kurang layak, sehingga berdampak pada kesehatan dan kenyamanan belajar. Melihat urgensi tersebut, Tim Garvitha merancang program sosialisasi yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membangun motivasi siswa untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih.
Sosialisasi ini diawali dengan sesi edukasi “Clean Talks”, di mana siswa diperkenalkan pada konsep sanitasi layak, cara menjaga kebersihan toilet, pentingnya mencuci tangan, dan hubungan sanitasi dengan penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah. Edukasi diberikan melalui metode interaktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak, seperti permainan kecil, diskusi ringan, dan demonstrasi praktik kebersihan.
Tidak hanya mengandalkan edukasi tatap muka, Tim Garvitha turut menghadirkan inovasi digital melalui kampanye #FlushTheFear, sebuah gerakan media sosial yang memanfaatkan filter Instagram untuk mengubah persepsi siswa terhadap toilet sekolah. Filter ini menampilkan animasi perubahan toilet dari kondisi kotor menjadi bersih, sebagai upaya mengurangi kecemasan, rasa jijik, atau ketidaknyamanan siswa saat menggunakan fasilitas sanitasi sekolah.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan kesehatan, terutama pada generasi yang akrab dengan media digital. Kampanye ini juga mendorong partisipasi publik, termasuk siswa, guru, dan masyarakat umum untuk menyuarakan pentingnya sanitasi melalui unggahan media sosial.
Selain itu, kegiatan sosialisasi ini diperkuat dengan kehadiran mahasiswa asing peserta pertukaran internasional, yang terlibat dalam sesi berbagi budaya kebersihan dari negara masing-masing. Melalui program bertajuk Global Hygiene Vibes, siswa diajak memahami bahwa perilaku hidup bersih merupakan standar global dan bagian dari gaya hidup masyarakat di berbagai negara. Kehadiran mahasiswa asing ini menambah pengalaman belajar yang bersifat interkultural bagi siswa.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 3 tentang kesehatan yang baik dan tujuan 6 tentang sanitasi serta akses air bersih. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan lingkungan yang sehat bagi generasi muda Indonesia.
Perwakilan Tim Garvitha menyampaikan bahwa edukasi sanitasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. “Literasi sanitasi bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kesadaran kolektif. Melalui edukasi dan pendekatan kreatif, kami berharap siswa memiliki kebiasaan hidup bersih yang bisa mereka bawa hingga dewasa,” ungkapnya.
Dengan inovasi dan pendekatan multidisipliner, kegiatan sosialisasi sanitasi ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan lingkungan di sekolah, sekaligus membentuk budaya kebersihan yang lebih kuat di Indonesia.***












