BISNIS

Gedung Baru Stasiun Gadobangkong Beroperasi, Jumlah Penumpang Langsung Melesat

×

Gedung Baru Stasiun Gadobangkong Beroperasi, Jumlah Penumpang Langsung Melesat

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – KAI Commuter Area 2 Bandung bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung resmi mengoperasikan bangunan baru Stasiun Gadobangkong sejak awal Februari 2026.

​Transformasi stasiun yang berlokasi di Kecamatan Ngamprah ini bukan tanpa alasan. Nyatanya, mobilitas warga menuju pusat ekonomi dan pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian hari kian melesat.

​Stasiun Gadobangkong punya peran krusial. Posisinya yang “nempel” dengan pusat administrasi KBB menjadikannya akses utama bagi para kaum pelaju. Merujuk data BPS 2025, tak kurang dari 5.300 ASN di KBB menggantungkan mobilitasnya pada moda transportasi massal ini.

​VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda membeberkan bahwa pengembangan ini adalah jawaban atas masukan masyarakat di wilayah barat.

​”Masukan masyarakat sudah kami petakan secara menyeluruh. KAI Commuter meresponsnya lewat peningkatan layanan bertahap, agar operasional tetap tertib, aman, dan berkelanjutan,” tutur Karina. Selasa, (10/2/2026)

​Volume Penumpang Melonjak Tajam
​Sejak gedung baru dibuka (1-8 Februari 2026), antusiasme warga rupanya luar biasa. Tercatat ada 7.016 penumpang yang naik dari stasiun ini, atau naik sekitar 19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

​Secara umum, Commuter Line Bandung Raya memang tengah naik daun. Sepanjang Januari 2026 saja, tercatat hampir satu juta orang (999.725 pengguna) telah memanfaatkan jasa kereta api, naik 11 persen dari tahun sebelumnya.

​Tak hanya bangunan, KAI Commuter juga mengutak-atik jadwal demi efektivitas. Salah satu yang paling dirasakan adalah perpanjangan relasi KA 398.

​”Semula hanya Padalarang – Kiaracondong, kini berubah menjadi KA 398A dengan rute lebih panjang yakni Padalarang – Cicalengka. Jadwal berangkat tetap pukul 21.46 WIB,” tambah Karina.

​Jika sebelumnya rata-rata pengguna hanya 34 orang, kini melonjak drastis menjadi 138 penumpang per perjalanan.

​Seluruh perbaikan infrastruktur ini merupakan buah manis koordinasi antara KAI Commuter dengan DJKA Kemenhub. Ke depan, sinergi ini akan terus berlanjut untuk mengoperasikan bangunan stasiun baru lainnya di wilayah Bandung.

​”Harapannya, kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi tetap bisa dibarengi dengan kenyamanan yang mumpuni,” pungkasnya. (Jm)