KANAL

Geger di Singaparna, Seorang Ibu Pingsan di Toko Pakaian Usai Jadi Korban Copet

×

Geger di Singaparna, Seorang Ibu Pingsan di Toko Pakaian Usai Jadi Korban Copet

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Suasana hiruk-pikuk pengunjung di salah satu toko pakaian di kawasan Singaparna mendadak berubah menjadi kepanikan, Senin (19/3/2026) siang.

Seorang wanita paruh baya tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri di tengah kerumunan warga yang sedang berburu baju lebaran.

​Insiden dramatis ini bermula saat wanita yang belakangan diketahui bernama Entik (45), warga Kampung Taraju, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, sedang mengantre di depan meja kasir. Namun, saat hendak merogoh saku untuk membayar belanjaan, wajahnya mendadak pucat pasi.

​”Awalnya dia berdiri normal di depan kasir. Begitu mau ambil uang di kantong, dia langsung kaget dan teriak histeris, ‘Astagfirullah, uang saya hilang! Uang saya hilang!’. Tak lama setelah itu, dia langsung pingsan,” ujar salah seorang pelayan toko menceritakan detik-detik kejadian.

​Beruntung, sejumlah petugas lalu lintas yang tengah berjaga mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi dengan sigap memberikan pertolongan. Tubuh Entik pun langsung dievakuasi ke Pos Polisi terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Dokkes Polres Tasikmalaya, kondisi fisik korban dinyatakan stabil, namun mengalami syok berat.

​”Secara umum badannya sehat. Hanya saja tekanan darahnya memang tinggi, kemungkinan akibat kelelahan setelah berputar-putar belanja, ditambah syok berat karena merasa uangnya hilang dicopet,” ungkap petugas Dokkes Polres Tasikmalaya di lokasi.

​Adik korban yang turut mendampingi menjelaskan, mereka sengaja datang ke Pasar Singaparna dengan maksud membeli pakaian untuk anak-anak. Malang tak dapat ditolak, uang sebesar Rp 450.000 yang disimpan di dalam dompet raib seketika.

​”Kakak saya bawa uang Rp 450.000 di dalam dompet yang disimpan di saku. Pas mau bayar ke kasir, ternyata dompetnya sudah tidak ada. Dia kaget sekali sampai pingsan,” tuturnya

​Setelah kondisinya berangsur pulih dan sadarkan diri, Entik akhirnya dibawa pulang ke rumahnya oleh pihak keluarga. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengunjung pasar untuk lebih waspada terhadap aksi kriminalitas di tengah keramaian menjelang hari raya. (Adji Shg)