KAPOL.ID – Kelurahan Gempolsari makin tancap gas dalam urusan pengelolaan sampah terpadu. Tak main-main, gerakan kebersihan di wilayah ini sekarang mendapat “suntikan” tenaga dari jajaran TNI melalui Kodim 0618/Kota Bandung. Kolaborasi ini pun membuat penanganan limbah rumah tangga di sana makin moncer.
Lurah Gempolsari, Dra. Tri Setya Handayani, mengaku semringah dengan sinergitas yang terbangun. Baginya, urusan bebersih lingkungan memang sudah jadi “makanan” sehari-hari warganya. Namun, hadirnya personel Kodim memberikan dampak psikologis dan teknis yang luar biasa.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kegiatan hari ini luar biasa. Selain pemilahan, kami optimalkan juga pengolahan sampah dengan mesin olah runtah atau Motah,” ujar Tri
Gempolsari tak sekadar membuang sampah, tapi mengelola dari hulu ke hilir. Sampah basah dikelola lewat lubang komposter alami, sementara sampah residu “dilahap” habis oleh mesin Motah.
Hebatnya, mesin ini mampu mengolah rata-rata hingga 30 ton sampah per hari. Untuk sampah basah sendiri, tercatat sekitar 6 ton lebih berhasil diolah setiap minggunya. Sistem ini sudah menyisir seluruh 10 RW di Gempolsari secara bergiliran.
Yang bikin geleng-geleng kepala, limbah residu ini disulap jadi barang bernilai ekonomi. Abu sisa pembakaran mesin Motah tidak dibuang percuma, melainkan dicetak menjadi paving blok.
“Satu hari kami bisa produksi 200 sampai 300 paving blok. Abu dari Motah ini tinggal tambah material sedikit saja sudah bisa jadi bahan bangunan,” jelas Tri.
Buktinya, benteng pembatas di area pengolahan sampah di sana sudah menggunakan material hasil olahan sampah tersebut.
Berbicara soal skala yang lebih luas, Tri menilai kepadatan penduduk harus berbanding lurus dengan jumlah mesin pengolah. Berdasarkan hitung-hitungan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, wilayah dengan kepadatan tinggi idealnya punya enam unit mesin Motah.
Untuk kecamatan yang penduduknya lebih longgar, dua sampai tiga mesin dianggap sudah cukup untuk “mengerem” tumpukan sampah ke TPA.
’Lewat inovasi mesin Motah dan tangan dingin kolaborasi lintas sektor ini, Gempolsari membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan potensi jika dikelola dengan cara yang tepat dan terintegrasi.”pungkasnya. ***






