KANAL

Gempur Pengangguran, Pemkot Bandung Sukses Jembatani Ribuan Pencari Kerja Lewat Job Fair

×

Gempur Pengangguran, Pemkot Bandung Sukses Jembatani Ribuan Pencari Kerja Lewat Job Fair

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pemuda asal kota Bandung, Alfa Hakim Faryatua kini tak lagi berstatus pencari kerja setelah resmi bergabung dengan salah satu brand kuliner legendaris, Amanda Brownies.

​Kisah sukses Alfa bermula saat ia mengadu nasib di gelaran Job Fair yang dihelat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung pada November 2025 silam. Tanpa prosedur yang berbelit, Alfa mengikuti mekanisme pendaftaran digital yang disediakan panitia.

​“Saya mulai bekerja di Amanda sejak 22 Desember 2025. Saya diterima karena melamar melalui Job Fair yang diadakan Disnaker bulan November lalu. Terima kasih banyak,” ujar Alfa dengan nada syukur, Selasa (24/2/2026).

​Sejak akhir tahun lalu, Alfa resmi menanggalkan status penganggurannya dan kini berkecimpung di sektor ritel Kota Bandung.

​Pengalaman Alfa hanyalah satu dari sekian banyak potret keberhasilan program fasilitasi ketenagakerjaan yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

​Catatan, pada helatan Job Fair 19 – 20 November 2025 lalu, Pemkot Bandung berhasil menggaet 42 perusahaan dari berbagai sektor. Tak tanggung-tanggung, total lowongan yang dibuka mencapai angka fantastis, yakni 10.278 posisi.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada akhir 2024 masih bertengger di angka 7,4 persen.

​Pemkot Bandung pun mematok target ambisius: menekan angka pengangguran hingga ke level 6 persen melalui berbagai intervensi kebijakan.

​Efektivitas bursa kerja ini sebenarnya sudah terlihat sejak medio 2025. Pada Job Fair Juni 2025, dari 3.380 pencari kerja yang hadir, sebanyak 1.443 orang atau sekitar 43 persen di antaranya berhasil terserap dan ditempatkan di berbagai perusahaan.

​Tak Hanya Jadi Buruh, Tapi Juga Juragan
​Namun, strategi Pemkot Bandung dalam memerangi pengangguran tidak hanya fokus pada sektor formal. Lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), muncul program unggulan bernama Cempor (Camp Entrepreneur).

​Program ini dirancang bagi mereka yang tidak ingin menjadi karyawan, melainkan ingin menjadi “bos” bagi usahanya sendiri. Antusiasmenya pun luar biasa; tercatat ada 3.713 pendaftar pada tahun 2025, meski akhirnya hanya 250 peserta yang lolos seleksi ketat untuk mendapatkan pendampingan intensif.

​Di Cempor, para pemuda Bandung digembleng mulai dari urusan mindset kewirausahaan, pengembangan produk, legalitas usaha, hingga strategi digital marketing.

​Upaya gempur pengangguran di Kota Bandung kini memang dilakukan lewat jalur ganda: memfasilitasi penempatan kerja seperti yang dialami Alfa, sekaligus mencetak wirausahawan baru melalui pelatihan mandiri.

​Kisah Alfa menjadi bukti otentik bahwa peluang itu ada, selama akses dan informasi dari pemerintah mampu menyentuh langsung tangan masyarakat. ***