KAPOL.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) XII DPRD Provinsi Jawa Barat, Tati Supriati Irwan, S.Sos., melakukan kunjungan kerja ke situs purbakala Gua Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan yang tengah digodok oleh legislatif.
Tati menekankan, kehadiran Pansus XII ke situs sejarah ini bertujuan untuk memastikan identitas budaya lokal mendapatkan proteksi maksimal dalam regulasi yang baru.
Menurutnya, aspek sejarah lokal harus masuk secara kuat dalam naskah akademik Ranperda tersebut.
”Tujuan utamanya adalah perlindungan dan pengembangan situs-situs cagar budaya di Jawa Barat. Kita ingin situs seperti Gua Pawon ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam upaya pelestariannya,” ujar Tati.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar asal Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat) ini menjelaskan bahwa Gua Pawon bukan sekadar objek wisata, melainkan situs prasejarah yang sangat vital. Di tempat inilah ditemukan fosil manusia purba (Pawon Men) yang diperkirakan berusia 20.000 hingga 40.000 tahun.
”Gua ini adalah bukti nyata hunian nenek moyang orang Sunda. Namun, posisinya saat ini terancam oleh aktivitas penambangan kapur di sekitarnya. Maka dari itu, perlu ada perlindungan khusus,” tegasnya.
Berdasarkan data arkeologis, proses ekskavasi yang dilakukan selama 21 tahun hingga 2021 telah menemukan berbagai peninggalan penting, mulai dari fosil manusia purba hingga peralatan serpih yang mengindikasikan adanya budaya Mesolitik dan Neolitik.
Meski saat ini Gua Pawon telah dibuka untuk wisata sejarah dengan pemandangan alam karst yang unik, Tati mengingatkan para pengunjung dan pihak terkait untuk menjaga kelestariannya.
”Fasilitas wisata memang sudah ada, tapi kami imbau pengunjung jangan sampai melakukan vandalisme. Melalui Pansus XII, kami berharap regulasi yang sedang disusun bisa memberikan payung hukum yang lebih kokoh agar situs ini tetap lestari di tengah tantangan pembangunan dan industri,” tambahnya.
Tati menegaskan bahwa penguatan unsur sejarah lokal dalam Perda adalah warisan penting bagi generasi mendatang.
”Agar anak cucu kita paham jati diri dan sejarah nenek moyangnya. Gua Pawon adalah situs kunci untuk memahami itu semua,” pungkasnya ( Fth)







