KAPOL.ID —
Forum Silaturahmi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (FORSIMA PAI) se-Indonesia menyatakan sikap tegas. Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia yang masih mengalami diskriminasi sistematis. Baik di tingkat sekolah negeri maupun swasta.
“Kami dari FORSIMA PAI sebagai suara generasi penerus tidak bisa tinggal diam. Melihat guru-guru kami yang selama ini membimbing dan membentuk karakter bangsa justru diperlakukan secara tidak adil.”
“Kami berdiri bersama mereka!” kata Silmi Hauzan, Sekbid Advokasi FORSIMA PAI se-Indonesia kepada KAPOL.ID.
Rencananya, Aliansi Nasional Guru PAI akan menggelar aksi damai pada Selasa (14/7/2025). Untuk mendorong percepatan dan perluasan akses PPG secara merata tanpa diskriminasi. Terutama bagi guru-guru honorer dan non-ASN.
Kemudian penghapusan ketimpangan perlakuan terhadap guru PAI di sekolah negeri dan swasta, khususnya dalam distribusi jam mengajar dan tunjangan. Serta perlindungan status serta pengakuan profesional dari Kemenag. Sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi guru PAI membentuk karakter generasi bangsa.
Aksi damai tersebut melibatkan elemen guru, mahasiswa, dan masyarakat sipil. FORSIMA PAI mengajak seluruh elemen akademik, kampus, dan organisasi mahasiswa islam untuk bersolidaritas. Dalam mendukung perjuangan profesionalisme dan keadilan bagi guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia.
“Dalam pernyataan terbuka, sejumlah guru bahkan mengancam akan menarik diri secara administratif dan moral dari binaan Kemenag. Jika tidak ada perubahan konkret dalam waktu dekat,” tuturnya. ***








