BIROKRASI

H. Agus Wahidin,SPd,.MSi : Sosok “Pamong Paripurna” dari Sumedang, Sang Kolektor Bonsai yang Mencetak Dinasti Dokter

×

H. Agus Wahidin,SPd,.MSi : Sosok “Pamong Paripurna” dari Sumedang, Sang Kolektor Bonsai yang Mencetak Dinasti Dokter

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Dalam hiruk-pikuk birokrasi, jarang ditemukan sosok yang mampu menyelaraskan ketegasan administratif dengan kelembutan spiritual dan ketelatenan seni. Nama H. Agus Wahidin, S.Pd., M.Si. kini menjadi perbincangan hangat seiring langkah besarnya menembus kancah nasional.

Per 20 Februari 2025, salah satu putra terbaik Sumedang ini resmi dilantik sebagai Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan pada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.

Lahir dari rahim birokrasi murni, Agus Wahidin mengawali pengabdiannya di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Ia kemudian ditempa di garda terdepan pelayanan masyarakat sebagai Camat Cibugel dan Camat Situraja. Ketajamannya dalam memimpin wilayah membawanya ke puncak jabatan strategis sebagai Kepala Dinas Pendidikan, sebuah posisi yang membuatnya begitu dicintai karena kedekatannya dengan dunia edukasi.

Kapasitasnya sebagai konseptor jempolan diakui di level provinsi saat ia meraih penghargaan ASN Berpartisipasi Kategori Inspiratif Tingkat Jawa Barat pada tahun 2023.

Sebelum “hijrah” ke Jakarta untuk membantu tugas strategis di bawah komando Menteri Maruarar Sirait, Agus dipercaya menjabat sebagai Kepala Bapppeda Sumedang, di mana ia menjadi “otak”di balik perencanaan pembangunan daerah.

Keberhasilan Agus dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara ternyata selaras dengan kesuksesannya di rumah. Di tengah kesibukannya, ia berhasil mendidik ketiga buah hatinya menuju puncak profesi kesehatan.

Ia adalah sosok ayah yang dikelilingi oleh para tenaga medis: dua orang putrinya telah menjadi Dokter (dr) dan satu orang putranya saat ini sedang menempuh studi kedokteran.

Bagi masyarakat, hal ini adalah bukti nyata filosofi “Walk the Talk” bahwa ia tidak hanya bicara tentang pentingnya pendidikan saat menjabat Kadisdik, namun benar-benar menerapkannya di dalam keluarga.

Dikenal dengan gaya bicaranya yang menyejukkan, Agus Wahidin sering dijuluki sebagai sosok “Ustad” oleh rekan sejawat. Kedalaman ilmu agamanya membuat setiap kebijakan yang ia ambil selalu memiliki landasan moral yang kuat.

Di waktu senggang, ia memilih merawat Bonsai. Hobi mengoleksi tanaman kerdil bernilai seni tinggi ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan cerminan filosofi hidupnya: kesabaran, ketelitian, dan ketelatenan dalam membentuk sesuatu hingga menjadi indah dan bernilai.

Kini, pengalaman panjang dari level kecamatan hingga kabupaten itu dibawa ke ibu kota. Sebagai Direktur Peningkatan Kualitas Perumahan, Agus Wahidin diharapkan mampu memberikan warna baru dalam eksekusi program nasional.

Sosoknya adalah pengingat bagi para ASN bahwa keberhasilan sejati bukanlah tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan seberapa bermanfaat ilmu yang dibagikan, seberapa tegak integritas yang dijaga, dan seberapa sukses generasi yang ditinggalkan.

“Birokrasi adalah tugas negara, keluarga adalah tugas suci, dan seni adalah cara menjaga nurani,” ujarnya dengan penuh makna. (Teguh)***