KAPOL.ID –
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qosim Nurwahab menyayangkan kondisi modal operasional RSUD Dewi Sartika. Kekuatan tinggal tiga bulan, alasan efisiensi terpangkas dengan alokasi lain.
“Saya atas nama pribadi anggota Komisi 4 di bidang mitra kesehatan sangat menyayangkan betul untuk hal itu,” katanya kepada KAPOL.ID, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebut, ada anggapan pihak lain bahwa operasionalisasi rumah sakit baru ini terkesan dipaksakan. Sementara bidang kesehatan sendiri merupakan salah satu parameter indikator keberhasilan kepala daerah.
“Saat penganggaran tahun lalu itu sebenarnya sudah ada untuk modal operasional. Dengan alasan efisiensi, terpangkas untuk keperluan lain.”
“Niat awalnya melebarkan sayap layanan kesehatan. Namun apa daya tangan tak sampai ini sebetulnya,” kata anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri tengah mengembangkan sayap layanan kesehatan. Setelah RSUD dr Soekardjo di titik tengah, sebelah selatan RSUD Dewi Sartika dan sebelah timur RSUD Purbaratu.
“Hari ini sudah dua yang beroperasi, Dewi Sartika juga masih banyak yang harus dilengkapi.”
“Yang saya dengar, poliklinik dokter spesialis juga semakin komplit. Pelayanan pasien BPJS juga sudah,” katanya.
Ia mengatakan, RSUD itu dapat memberikan kontribusi terhadap fiskal daerah. Kondisi yang menjadi isu utama kesulitan yang dialami pemerintah daerah.
“Karena Dinas Kesehatan itu adalah masuk salah satu dinas yang menjadi standar pelayanan minimum (SPM) pemerintah. Maka dari itu harus mengambil langkah strategis,” ujar Habib.
Sebelumnya, Kasie Pelayanan Medik dan Penunjang RSUD Dewi Sartika, drg Luthfi Risyanda, memaparkan dengan kondisi anggaran saat ini hanya mencukupi untuk operasional empat bulan.
Mulai dari mengoperasikan IGD, ruang rawat inap, laboratorium, ruang radiologi hingga poliklinik. Serta membayar tenaga medis dan tenaga penunjang lainnya.
“Dengan kondisi sekarang, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk operasional empat bulan. Setelah itu, belum tahu juga mau bagaimana,” katanya, Februari lalu. ***












