KAPOL.ID-
Calon Bupati Tasikmalaya Dr. H. Iwan Saputra bincang-bincang berbagai potensi dan prospek wisata ziarah Pamijahan dengan warga Panyalahan Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Kamis, (26/12/2020).
Dijelaskan Iwan, wisata ziarah Syekh. H. Abdul Muhyi sudah dikenal tak hanya di nusantara, namun dikenal luas bahkan hingga ke Asia Tenggara.
“Penataan wisata ziarah Pamijahan-Panyalahan dengan konsep religi, lengkap dan terintegrasi harus diwujudkan,” jelas Iwan.
Mantan Ketua Jaringan Anak Galungggung Tasikmalaya (Jagat) Desa Pamijahan, Aep menjelaskan ke depan pusat wisata ziarah Pamijahan perlu ada pemetaan dan penataan.
Perkembangan pusat wisata ziarah Pamijahan bisa dikatakan lamban. Perlu upaya perluasan dan pengembangan pusat pelayanan strategis seperti Kantor Desa, Terminal, Pasar Tradisional, Tempat Pembuangan Akhir Sampah dan tempat pelayanan umun lainnya.
“Selama ini pusat pelayanan umum masih terkonsentrasi di satu titik, belum ada penguraian. Idealnya kantor desa, terminal, pasar tradisional dipindahkan dan dibangun di tempat yang strategis.”
“Sehingga pengembangan potensi ekonomi dan potensi lainnya juga ikut berkembang, tidak hanya terpusat dalam satu titik, bisa tersebar ke kampung yang lain,” harapnya.
Tentu saja, hal ini kata Aep, harus ada upaya dari seluruh elemen masyarakat, kasepuhan, ulama, tokoh masyarakat dan pemuda.
Juga tempat yang lainnya secara konprehensif dengan konsep lengkap ramah lingkungan, bersih dan terintregrasi.
Iwan merespon positif dan siap berupaya mewujudkan usulan warga tersebut.
Jika Tasela menjadi daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Pamijahan bisa menjadi pusat peradaban, pendidikan, ekonomi, budaya religi di Tasela.
“Jika Allah mentakdirkan saya bersama Kang Iip menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Pamijahan dan Panyalahan bisa diupayakan menjadi pusat kegiatan, pendidikan, ekonomi dan budaya.”
“Potensinya luar biasa. Coba buat konsepnya yang lengkap,” harap Iwan.
Sebelumnya Iwan bersama Tim dan Relawan menyambangi warga Simpangsari, Desa Simpang beberapa titik di Desa Parakanhonje, daerah terpencil Neglasari Desa Pamijahan, Kampung Ciranini, Desa Wangunsari dan istirahat sambil makan bareng di rumah Toni warga Kampung Panyalahan.***












