SUMEDANG, KAPOL.ID – Akses vital yang menghubungkan Desa Cilangkap dan Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua, mendadak lumpuh pada Minggu (15/3) sore. Hujan dengan intensitas tinggi memicu longsoran material tanah dan batu yang menutup badan jalan tepat saat azan Magrib berkumandang.
Titik longsor terletak persis di perbatasan antara kedua desa. Material berupa tanah liat yang bercampur batu kerikil serta lumpur pekat meluncur dari tebing, menutup akses utama transportasi. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak dan tidak dapat melintas sama sekali di jalur alternatif tersebut.
Menambah ketegangan, lokasi longsor yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman penduduk di Dusun Cigalagah Girang, Desa Cilangkap, membuat kewaspadaan warga meningkat tajam.
Meski ancaman cuaca ekstrem masih mengintai, semangat warga tidak luruh. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat lokal menciptakan aksi evakuasi yang cepat:
Aparat Desa Cilangkap segera tiba di lokasi untuk memimpin koordinasi dan membagi tugas evakuasi.
Warga Dusun Cigalagah Girang secara spontan berdatangan dengan membawa peralatan seadanya seperti sekop, cangkul, dan alat pembersih manual lainnya.
Di bawah penerangan terbatas, warga bahu-membahu menyingkirkan gundukan tanah dan batu agar sirkulasi ekonomi dan mobilitas warga tidak terhenti lama.
“Sore menjelang Magrib kejadiannya. Saat ini warga dan aparat desa sedang bahu-membahu membersihkan sisa kerikil dan lumpur di jalan,” ungkap salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan masih terus diupayakan. Namun, para pengendara yang berencana melintasi jalur Cilangkap-Cibitung diimbau untuk ekstra waspada. Sisa-sisa lumpur yang tipis membuat permukaan aspal menjadi sangat licin, ditambah risiko adanya longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang sulit diprediksi.(Supriadi)***












