KABAR PEDESAAN

Kades Gendereh Ancam Bongkar Paksa Jalan Burujul-Sanca Jika Asal Jadi

×

Kades Gendereh Ancam Bongkar Paksa Jalan Burujul-Sanca Jika Asal Jadi

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Pembangunan jalan ruas Burujul – Sanca yang telah dinantikan puluhan tahun oleh masyarakat perbatasan kabupaten Sumedang dengan Indramayu kini tengah menjadi sorotan.

Meski disambut sukacita, kualitas pengerjaan drainase di lapangan sempat menuai kritik tajam.Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Gendereh, Akhmad, angkat bicara dengan nada tegas namun penuh apresiasi.

Akhmad mengungkapkan bahwa jauh sebelum masalah ini menjadi viral di media sosial, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Gendereh telah melakukan langkah proaktif.

Ia mengaku telah melayangkan komplain keras kepada pihak kontraktor setelah menemukan adanya bagian pekerjaan drainase yang dinilai jauh dari standar kelayakan.

“Saya sudah menemui pihak kontraktornya langsung. Secara instruksi, pihak kontraktor sebenarnya sudah memerintahkan pekerja lapangan untuk menggunakan adonan material yang sesuai spek. Namun, entah kenapa di lapangan justru terlihat sebaliknya,” ujar Akhmad kepada Kapol.id,senin (23/2/26)

Demi menjaga integritas pembangunan, Akhmad meminta bagian pekerjaan yang buruk tersebut untuk dibongkar total.

“Kami minta dibongkar dan dimulai lagi dari nol. Kami tidak ingin jalan yang sudah lama kami idam-idamkan ini cepat rusak hanya karena pengerjaan drainase yang asal-asalan,” tegasnya.

Kami bertindak demikian tentu bagian dari kewajiban moral kami.Secara aturan birokrasi, pihak desa memang tidak memiliki hak intervensi langsung terhadap kontrak proyek pusat atau daerah tersebut. Namun, Akhmad memandang hal ini dari kacamata tanggung jawab moral sebagai pemimpin wilayah.

Ahmad mengatakan,secara aturan mungkin tidak ada yang mengharuskan pihaknya melapor sampai detail progresnya. Tapi secara moral birokrasi, pihaknya merasa punya kewajiban kepada Bupati selaku atasan dalam pemerintahan untuk melaporkan setiap tahapan pengerjaan.

“Ini wilayah kami, warga kami yang akan merasakan manfaatnya, jadi kami punya hak untuk keberatan jika hasilnya mengecewakan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa jalan Burujul-Sanca adalah jalur urat nadi transformasi ekonomi bagi warga di ujung perbatasan Sumedang, khususnya Desa Gendereh dan Desa Ciawitali. Impian akan jalan yang layak ini bahkan sudah ada sejak dirinya masih kecil.

Di balik ketegasannya mengawal proyek, Akhmad menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah memberikan perhatian spesial bagi wilayahnya melalui kucuran anggaran yang sangat besar.

Secara khusus, ia memberikan apresiasi kepada tiga tokoh kunci diantaranya,Presiden RI, Prabowo Subianto, atas alokasi anggaran pusat yang memungkinkan terwujudnya pembangunan jalan ini.

Dony Ahmad Munir,selaku Bupati Sumednag yang dinilai sukses memperjuangkan aspirasi warga hingga ke tingkat pusat.

Dedi Mulyadi (KDM/Gubernur Jawa Barat), yang ia sapa dengan sebutan akrab “Bapak Aing”, atas peran dan kepemimpinannya yang menginspirasi.

“Kami dari Pemdes Gendereh sudah berkoordinasi dengan Bapak Camat Buahdua dan berkomitmen mengawal proses ini sampai tuntas.

Terima kasih kepada Pak Presiden, Pak Dony, dan Kang Dedi Mulyadi. Semoga beliau-beliau selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas negara,” pungkasnya..(Teguh)