KAPOL.ID – Personel TNI bersama tim gabungan terus bekerja maksimal menyisir material longsoran yang diduga masih menimbun sejumlah korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Kapendam III/Siliwangi, Kolonel (Inf) Mahmuddin Abdillah menyampaikan bahwa komitmen TNI dalam operasi kemanusiaan ini tidak akan surut. Sinergi antarunsur menjadi kunci utama dalam upaya evakuasi di medan yang cukup berat tersebut.
”TNI berkomitmen untuk terus hadir dan membantu masyarakat hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ungkapnya. Jumat (30/1/2026)
Bencana yang memicu duka mendalam ini terjadi akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Dampaknya sangat memprihatinkan; tercatat sebanyak 30 unit rumah tertimbun dan 24 kepala keluarga terdampak langsung.
Berdasarkan data hingga Kamis (29/1/2026) petang, tercatat 78 warga dinyatakan selamat. Namun, duka tak terbendung menyusul jumlah korban jiwa yang kini mencapai 158 orang. Angka ini menjadikan tragedi Pasirlangu sebagai salah satu bencana longsor terparah di wilayah Bandung Barat.
“Operasi pencarian ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai satuan TNI. Mulai dari Yonif 312/Kala Hitam, Zipur-3/YW, Yonkav-4/KC, Batalyon Arhanud 3/YBY, hingga unsur Marinir, Kopasgat, dan Penerbad. Di barisan terdepan, Babinsa Kodim 0609/Cimahi juga terus mendampingi warga,”ujarnya.
Tak hanya soal evakuasi, dukungan logistik dan kesehatan pun disiapkan secara matang melalui peran Kesdam III/Slw, Hubdam III/Slw, serta Dapur Lapangan dari Bekangdam III/Slw.
TNI tidak bekerja sendiri. Sinergi di lapangan terbangun kuat bersama Basarnas, BPBD KBB, SAR SPN Cisarua, Tagana, hingga para relawan yang tanpa lelah terus bergerak.
Untuk mempercepat proses evakuasi di hari ketujuh ini, tim gabungan telah mengerahkan 19 unit alat berat, 32 unit ambulans, hingga berbagai peralatan khusus evakuasi lainnya. Fokus utama saat ini adalah melakukan pendalaman material longsoran di sektor-sektor utama yang terindikasi masih terdapat korban.
”Hingga saat ini, doa dan dukungan terus mengalir agar tim gabungan diberikan kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan yang berat ini.”pungkasnya








