KAPOL.ID –
Sebulan menjabat, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengungkap berbagai kasus kriminalitas. Mulai dari curanmor hingga penyalahgunaan narkoba.
Setidaknya ada 15 laporan kasus curanmor yang berada di wilayah hukumnya. Tak tanggung-tanggung, 15 barang bukti motor beserta tersangkanya berhasil diamankan kepolisian
“Dalam tiga minggu terakhir saja ada 15 laporan polisi, dan barang bukti sepeda motor yang diamankan juga 15 unit.”
“Ada tujuh tersangka dari tiga kelompok berbeda,” kata Andi saat Silaturahmi Forkopimda dan elemen masyarakat di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Ia membeberkan, modusnya dengan menggunakan kunci astag kemudian motor dijual ke penadah. Polisi sudah menangkap tersangka dan terus mengejar para penadah.
“Lalu pengungkapan kasus narkoba juga ada 15 kasus. Diantaranya 10 kasus sabu, 4 kasus tembakau sintetis (gorila) dan 1 kasus obat sediaan farmasi.”
“Tersangka ini macam-macam, dari pemakai, kurir hingga pengedar. Totalnya ada 18 orang,” jelasnya.
Satlantas Polres Tasikmalaya Kota juga memusnahkan 50 knalpot brong dan mengamankan belasan kendaraan dalam Operasi Lodaya.
“Knalpot bising dan miras kerap menjadi pemicu keributan. Kalau tidak ada miras dan tidak ada knalpot, orang jarang ribut. Tapi kalau dua-duanya ada, jiwa nekat muncul.”
“Khusus miras, memang belum ada pengungkapan, pasti nanti akan terus kita kejar. Ini merupakan hasil kerja bersama TNI, pemerintah dan relawan,” katanya.
Andi mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, RT/RW, tokoh agama, pemerintah, hingga media untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami bisa mencapai itu berkat langkah bersama-sama. Bukan karena saya yang baru menjabat, ada anggota yang terus berkolaborasi dengan seluruh elemen di lapangan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi langkah Polres Tasikmalaya Kota. Pencapaian tersebut berkat pola dan komunikasi serta figuritas pimpinan.
“Kami di pemerintah menyadari masih ada kekurangan, semua pencapaian ini bisa terungkap karena sistem komando yang sudah berjalan.”
“Masa depan kota sangat tergantung pada pola komunikasi, dan kita harus memperkuatnya,” kata Diky.***










