KAPOL.ID – Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung patut diacungi jempol. Demi mengejar target pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, para prajurit ini rela “lembur” hingga larut malam.
Pantauan di lapangan hingga Rabu (11/2/2026), progres pengerjaan fisik di siang hari sudah menyentuh angka 200 meter. Tak ingin kehilangan momentum, pengerjaan kembali dilanjutkan pukul 20.00 WIB, menyisir Kampung Babakan Simpang Gunung Leutik.
Danramil 2414/Ciwidey, Kapten Inf Supriyadi menyebutkan, aksi “kejar tayang” ini dilakukan untuk memastikan akses jalan bagi masyarakat selesai tepat waktu.
”Ini bentuk komitmen kami bersama warga. Meski dikerjakan malam hari, kualitas pengecoran tetap jadi prioritas utama. Kami ingin sasaran fisik ini tuntas sesuai jadwal,” ujar Supriyadi.
Dongkrak Ekonomi ke Perbatasan Cianjur
Jalan beton yang tengah digarap ini memiliki spesifikasi lebar 3 meter dengan ketebalan 20 sentimeter. Jalur ini nantinya akan menjadi urat nadi penting karena menghubungkan langsung hingga ke perbatasan Kabupaten Cianjur.
Bagi warga Cipelah, jalan ini bukan sekadar aspal atau beton, melainkan harapan baru untuk mempermudah distribusi hasil tani dan memangkas waktu tempuh menuju pusat ekonomi.
Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Kav. Samto Betah menegaskan bahwa TMMD adalah potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
”Intinya adalah sinergi. Ada sekitar 150 personel yang kita terjunkan. Selain fisik jalan, ada juga kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan,” tegas Letkol Samto.
Dukungan Penuh Pemkab Bandung
Pembangunan infrastruktur ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bandung. Bupati Bandung, Dadang Supriatna (Kang DS) mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan TNI melalui TMMD ke-127 ini didukung anggaran sebesar Rp 10 miliar dari APBD 2026.
”Sinergi ini sejalan dengan visi misi kita untuk percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Kalau jalannya bagus, ekonomi masyarakat otomatis akan ikut tumbuh,” kata Kang DS (Jm)






