KAPOL.ID-
Sebanyak 375 santri dan tenaga pengajar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya terkonfrimasi positif covid-19.
Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya mengevakuasi lebih dari 100 orang ke beberapa tempat isolasi tersentral menggunakan ambulans, Senin (15/02/2021).
“Saat ini santri yang kita bawa untuk isolasi di Hotel Crown sebanyak 96, sedangkan untuk 56 ke Dewi Sartika,” jelas Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra.
Sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di Pondok Pesantren. Bahkan diawasi ketat dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat secara Mikro.
“Tadi hasil rapat dengan seluruh elemen, kita berlakukan PPKM. Kebutuhan dasar ditanggung oleh pemerintah.”
“Hanya di lokasi pesantrennya saja, tidak dengan lingkungan sekitarnya. Aparat gabungan juga berjaga,” kata Plt. Wali Kota Tasikmalaya, M. Yusuf.
Indra penciuman
Ditemukannya kasus covid-19 di pesantren tersebut, bermula seorang santri mengalami kehilangan indra penciuman.
“Jika kita melihat dari tanda gejala awal yang mengalami kehilangan Indra penciuman itu dari santri asal Garut, terjadi pada akhir Januari lalu,” ujar dr. Asep.
Lalu Dinkes setempat melakukan tracing dan pengetesan rapid antigen bagi santri dan tenaga pengajar.
Dari 832 sampel yang diperiksa di laboratorium kesehatan daerah (labkesda), hasilnya 45% sampel atau 375 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Ada 375 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 152 santri pria, 171 santriwati, 32 ustaz, dan 20 ustazah,” tuturnya.
Sementara dua orang dirawat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya karena mengalami sesak dan gangguan di perut.
Sehari sebelumnya, Pemkot Tasikmalaya melansir 0 kasus covid-19. Per Senin ini bertambah 395 kasus positif, 375 diantaranya dari pondok pesantren. ***












